Terganjal Akreditasi Prodi, 10 CPNS Pemkab Madiun Tetap Dicoret

Madiun, koranmemo.com – Sepuluh peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Madiun tetap dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dalam pemberkasan. Kendati telah lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, mengatakan mereka dinyatakan TMS itu karena akreditasi program pendidikan tidak sesuai dengan syarat yang telah ditentukan oleh panitia seleksi daerah. Panselda mensyaratkan CPNS di Pemkab Madiun minimal akreditasi prodi B.

Sebelumnya, mereka sempat membawa saksi dari pihak perguruan tinggi, Jumat (15/2) kemarin. Namun tidak bisa menunjukkan bukti asli akreditasi prodi yang resmi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti).
“Sesuai peraturan jika tidak ada surat keterangan dari BAN-PT atau Dikti, peserta tetap dinyatakan gagal,” ujar Sigit Budiarto,Selasa (19/2).

Dikatakan, apabila peserta dapat menunjukkan surat resmi akreditasi prodi pada saat peserta lulus, akan ditindaklanjuti oleh pihak BKD. Berkas-berkas yang sudah lengkap dan telah diverifikasi akan segera dikirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN)  dan akan dilakukan verifikasi dan validasi ulang oleh tim verifikator BKN.

“Setelah semua valid dan sah maka akan diterbitkan pertimbangan teknis untuk ditetapkan nomor induk pegawai (NIP) bagi CPNS tahun ini,” katanya.

Diketahui, pada reekrutmen CPNS tahun 2018 lalu, Pemkab Madiun telah menerima 331 peserta CPNS yang dinyatakan lulus SKB. Hasil seleksi pemberkasan, ada sepuluh nama peserta yang dicoret karena faktor ketidaksesuaian berkas.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date