Terdakwa Pengubur Bayi Hidup-hidup Divonis 9 Tahun Penjara

Sidoarjo, koranmemo.com – Sidang agenda putusan hakim dengan terdakwa kasus pembunuhan berencaba RM, (18) kembali digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Selasa (03/09/2019). Dalam kasus ini  terdakwa terbilang nekat dan tega, yakni mengubur bayi yang merupakan darah dagingnya sendiri secara hidup-hidup.

“Memutuskan dan dengan terbukti bersalah menjatuhkan hukuman penjara selama 9 tahun,” ucap Ketua Majelis Hakim, Sih Yuliarti saat membacakan putusan di ruang persidangan Chandra, Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Vonis yang diberikan majelis hakim satu tahun lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rochida. Pertimbangan majelis hakim adalah pihak keluarga korban memaafkan semua perbuatan terdakwa. Tidak hanya itu, dalam proses persidangan, terdakwa juga sudah mengakui segala perbuatannya dan tidak akan mengulanginya kembali.

“Pihak keluarga korban juga sudah memaafkan segala perbuatan terdakwa. Hal itu yang menjadi bahan pertimbangan kami dalam memberikan putusan di persidangan,” tambah Suprayogi, salah satu hakim anggota usai persidangan.

Sebelumnya, bayi perempuan yang terlahir dari hasil hubungan di luar nikah diketahui warga dikubur hidup-hidup di tempat pemakaman umum Dusun Wagir Desa Kwangsan Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/1/2019).

Ironisnya, orangtua bayi saat itu masih berstatus pelajar. Mereka adalah RM, pelajar SMK berusia 18 tahun asal Kwangsan, dan adik kelasnya LV (16) asal Desa Pepe Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date