Terbukti Cemari Sungai Tajug, DLH Hanya Beri Peringatan Pabrik Terigu

Ponorogo, koranmemo.com – Perubahan warna dan aroma di Sungai Mungkungan Desa Tajug Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo saat ini, terbukti akibat pencemaran yang dilakukan oleh Pabrik Terigu Tapioka Tajug.

Hal ini, didasarkan pada hasil uji laboratorium  sampel air sungai yang diterima Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada, Kamis (15/8) kemarin. Berdasarkan uji laboratorium Surabaya dari pengujian BOD (biochemical oxygen demand) dan uji COD (chemical oxygen demand) limbah yang dibuang ke sungai warga itu diluar ambang batas normal baku mutu.

Ironisnya, kendati terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan, namun perusahan pengelola tepung ini hanya mendapat surat teguran saja.

Hal ini dibenarkan Kepala DLH Ponorogo, Sapto Djatmiko. Ia berdalih pihaknya tidak punya kewenangan untuk menjatuhkan sanksi atas tindakan pabrik tepung Tajug yang mencemari sungai tersebut. ” Perusahaan ini kita beri peringatan dan himbauan untuk memperbaiki sistem limbah itu. Kalau sanksi tidak ada, kalau tetap membandel kita rekomendasi untuk penutupan, karena kita bisanya cuma rekomendasi,” dalihnya, Jumat (16/8).

Sapto menambahkan, lebih jauh akibat limbah pabrik. Buruknya kualitas air di sungai Tajug juga akibat pembuangan sampah sembarangan. Terlebih, warga sekitar sering BAB dikawasan ini.

” Selain limbah pabrik. Juga ditemukan zat berasal dari kotoran manusia, yang artinya masyarakat sekitar BAB sembarangan di sungai. Tidak hanya itu, sampah plastik dan pempers juga membuktikan sungai Tajug menjadi kawasan pembuangan sampah warga,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date