Terapkan Prokes, Wisata Religi Goa Maria Pohsarang Dibuka

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Setelah ditutup total karena pandemi Covid-19, wisata religi Goa Maria Pohsarang di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri mulai dibuka untuk umum. Lokasi wisata religi yang sangat terkenal ini bisa kembali dikunjungi para wisatawan maupun mereka yang datang untuk berdoa sejak 1 Oktober silam.

Meski demikian, karena masih dalam masa pandemi covid-19, pembukaan wisata religi yangterletak di dataran tinggi ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Apalagi di Kabupaten Kediri penyebaran covid-19 masih berada di zona oranye, sehingga tetap perlu kewaspadaan yang ekstra.

Salah satu pengunjung Abraham Fajar kepada koranmemo.com menjelaskan, penerepan protokol kesehatan di lokasi wisata religi ini sangat bagus. Pihak pengelola tidak hanya disiplin 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak, namun jam.kunjung untuk pengunjung dibatasi hanya 90 menit.

“Iya hanya diberi waktu 90 menit berada di dalam lokasi tersebut sehingga tidak ada pengunjung yang nongkrong di lokasi wisata. Bahkan sempat ada pengunjung yang terpaksa diperingatkan oleh petugas, bahwa jam berkunjung ya sudah habis, digarap bisa meninggalkan lokasi,” tambahnya.

Selain itu lanjutnya, setiap pengunjung juga dites suhu sebelum masuk ke lokasi. Bahkan petugas yang ada di pintu masuk mendata setiap pengunjung dengan mencatat nama dan alamat. Selesai pendataan, pengunjung dipersilakan masuk. Sementara petugas yang ada di pintu masuk langsung menginformasikan kepada petugas di dalam untuk mencatat waktu berkunjung.

“Jadi untuk pintu masuk itu hanya satu, tidak seperti biasanya bisa bebas. Demikian juga untuk pintu keluar pengunjung juga jalurnya beda dengan pintu masuk, sehingga diharapkan 5idak ada yang berkerumun saat di lokasi wisata,” tambahnya.

Aturan lain yang juga diterapkan dengan ketat di lokasi wisata religi ini adalah untuk pengunjung dibatasi usia antara 11 tahun – 60 tahun. Penerapan aturan ini tidak untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19. Karena masih adanya pembatasan tersebut, berdasarkan data kunjungan, jumlah pengunjung yang datang sangat berkurang. Mereka tercatat hanya yang benar-benar untuk berdoa saja.

Editor Achmad Saichu