Temuan Purbakala di Gedog Diperkirakan Komplek Candi 

Blitar, koranmemo.com – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur meninjau lokasi penemuan mirip Arca Kepala Kala di Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Rabu (4/8). Sementara diperkirakan temuan itu masuk pada zaman Kerajaan Majapahit abad 13 Masehi hingga 14 Masehi.

“Kita mendata ada tujuh titik yang berupa tatanan struktur bata, dan ada temuan Kala. Semua mengindikasikan di lokasi ini memang komplek percandian yang cukup luas. Menurut keterangan dahulu pernah berdiri  candi yang cukup megah, karena terjadi bencana Gunung Kelud maka candinya roboh,” ujar Wicaksono Dwi Nugroho Arkeolog BPCB Jawa Timur usai meninjau lokasi.Wicaksono menambahkan, pada ukuran dimensi bata yang ditemukan mengindikasikan satu zaman dengan Kerajaan Majapahit yakni di abad 13 masehi hingga 14 Masehi. Batu bata itu rata – rata memiliki panjang 31 sampai 33 centimeter, lebar 21 sampai 22 centimeter, dan tebal 5 sampai 7 centimeter. “Semua itu masuk dalam topologi era Majapahit. Beberapa titik juga menunjukkan ada gabungan bata dengan batu andesit yang kelihatannya ada kombinasi arsitektural pada bangunan komplek percandian ini,” ujarnya.

Saat peninjauan, Tim dari BPCB memeriksa sejumlah benda yang diduga benda purbakala yang ditemukan di lokasi. Ada tiga orang dari BPCB yang datang ke lokasi, mereka langsung memeriksa batu mirip arca kepala kala yang ditemukan di lokasi.
Tim membersihkan batu mirip arca kepala kala serta mengukur batu mirip arca kepala kala tersebut. Selain itu, tim juga memeriksa temuan batu bata yang terstruktur mirip pondasi.

“Dari hasil peninjauan hari ini langsung kita laporkan pada pimpinan untuk memberikan rekomendasi segera melakukan ekskavasi. Nanti tergantung pimpinan bisa dilakukan tahun ini atau tahun depan,” jelas Wicaksono Dwi Nugroho.

Cepat atau lambat ekskavasi itu, tergantung pada warga sebagai pemilik lahan tempat ditemukan benda purbakala tersebut. “Jika segera dapat rekomendasi untuk ekskavasi dari pimpinan, kita langsung koordinasi dengan Kepala Dinas terkait untuk mendapatkan izin dari pemilik lahan,” tandas Wicaksono.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mendukung segera dilakukan ekskavasi temuan tersebut. Terkait lahan warga itu, Tri Iman akan mengusulkan untuk dilakukan pembebasan lahan oleh pemerintah.

“Untuk memberikan kepastian tentunya harus dilakukan ekskavasi. Tetapi, karena tanah ini sebagian besar milik warga tentu meminta izin dulu kepada warga. Kalau sudah dipastikan disini ada konstruksi besar seperti yang diasumsikan, mungkin langkah berikut kami akan mengusulkan sebagian lahan yang ada konstruksinya untuk dibebaskan,” ujarnya.

Sebelumnya, warga RT 2 RW 8 Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, dihebohkan dengan penemuan batu mirip arca berbentuk kepala manusia. Batu mirip arca berbentuk kepala manusia itu ditemukan di ladang jagung milik warga. Temuan benda mirip arca kepala manusia itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sananwetan. Polisi memasang garis polisi di lokasi ditemukan benda mirip arca kepala manusia, Minggu (1/9/2019). Batu mirip arca berbentuk kepala manusia itu kali pertama ditemukan oleh Toiran (59), warga Kelurahan Gedog. Toiran merupakan penggarap ladang jagung yang menjadi lokasi penemuan benda itu. Dia, awalnya menganggap batu yang teronggok di lahan jagung miliknya hanya batu biasa. Dia tidak menyangka kalau batu itu ternyata mirip arca berbentuk kepala manusia.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date