Teman Dipukul Polisi, Pekerja  Proyek Tol Datangi Mapolsek Bandar Kedungmulyo

Share this :

Jombang, koranmemo.com-Salah satu pekerja proyek tol dari PT CRBC/Lusi di Kecamatan Bandar Kedungmulyo mengaku mengalami tindakan pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian. Atas dugaan tersebut, sejumlah pekerja proyek mendatangi Mapolsek Bandar Kedungmulyo untuk mencari keterangan, Selasa (14/11).

Mohammad Arifin (40) korban pemukulan menjelaskan, peristiwa itu bermula saat dia didatangi oleh empat orang yang mengaku sebagai aparat kepolisian, Senin (13/11) dini hari. Arifin yang saat itu menjaga alat berat di lokasi proyek di Dusun Kedunggabus Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo ditanya oleh empat orang yang memakai penutup wajah soal adanya pelaku kejahatan yang melintas di lokasi.

Warga Kecamatan Bandar Kedungmulyo ini lantas mengaku menjawab tidak ada. Sejurus kemudian satu dari  empat orang tersebut melayangkan pukulan. “Empat orang memakai penutup kepala datang dan bertanya soal adanya orang (pelaku kejahatan) yang lewat di lokasi proyek. Saya menjawab tidak ada lalu saya dipukul sebanyak tiga kali di bagian perut,” ungkapnya.

Karena merasa terancam, lanjut Arifin, ia memilih lari dan teriak meminta bantuan pada temannya yang juga berada tidak jauh dari lokasi pemukulan. “Saya tidak tau alasannya apa, saat itu saya langsung lari minta tolong ke teman-teman yang juga berjaga di proyek,” tuturnya.

Sementara, Kapolsek Bandar Kedungmulyo, Kompol Santoso membenarkan adanya pemukulan yang dialami oleh korban. Akan tetapi pemukulan tersebut menurutnya diduga dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas keamanan. “Memang sebelumnya ada pemukulan tetapi mengaku dari keamanan,” katanya.

Sedangkan saat disinggung soal pengakuan korban bahwa pelaku pemukulan adalah oknum aparat kepolisian, Kompol Santoso menjelaskan bahwa itu hanya miss komunikasi antara petugas kepolisian dengan petugas jaga proyek. “Ini hanya mis komunikasi, kami sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” bebernya.

Pengakuan sedikit berbeda justru diutarakan Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto saat dikonfirmasi Koranmemo.com secara terpisah melalui ponselnya, Selasa (14/11) sore. Menurutnya, peristiwa pemukulan karena salah paham dan sudah diselesaikan secara damai.

“Yang bersangkutan lari saat anggota datang ke lokasi. Diperintahkan untuk berhenti tapi malah teriak-teriak maling ke anggota. Padahal petugas sudah sampaikan dari anggota Polri,” tandasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.