Telan 3 Nyawa, Home Industri Miras Oplosan di Kediri Digerebek Polres Trenggalek

Share this :

Trenggalekkoranmemo.com – Praktik ilegal home industri minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Kediri dibongkar Kepolisian Resort Trenggalek. Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan ratusan botol miras kosong beserta sejumlah barang bukti lainnya, seperti bahan baku pembuatan miras oplosan hingga alat peraciknya. Selain barang bukti, petugas juga mengamankan lima tersangka.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, penggerebekan produsen miras oplosan itu sebagai tindak lanjut tewasnya tiga warga Trenggalek pasca menggelar pesta miras oplosan pada malam sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Jumat (8/2).

Selain menelan tiga korban jiwa, pesta miras ‘maut’ itu menyebabkan empat korban lainnya harus menjalani perawatan intensif, bahkan beberapa diantaranya mengalami kebutaan.“Tim gabungan dari Polsek Watulimo, Satreskrim Polres Trenggalek dan Satreskoba mengungkap kasus miras oplosan. Pengungkapan kasus itu bermula dari adanya tujuh warga Trenggalek yang diduga mengalami overdosis (OD) pasca mengkonsumsi miras oplosan,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Rabu (13/2).

Dalam penggerebekan produsen miras di Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, petugas mengamankan lima tersangka yang memiliki peran berbeda, baik sebagai pengoplos hingga pengedar miras oplosan. Dua tersangka yang diamankan merupakan warga Kabupaten Kediri dan tiga warga Kabupaten Trenggalek. Mereka ditetapkan sebagai orang yang bertanggung jawab atas tewasnya dua warga Desa Margomulyo, NM (30) dan HR (45) serta E (34) warga Desa Gembleb Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek.

“Kami amankan lima tersangka. Mereka adalah SA (57), AS (33), dan RS (39) warga Kabupaten Trenggalek dan dua warga Kabupaten Kediri yakni HS (46) dan SG (39). Lima tersangka memiliki peran yang berbeda, baik sebagai peracik, penyedia bahan hingga pengoplos miras oplosan. Dua warga Kabupaten Kediri sebagai peracik miras oplosan, dan tiga warga Trenggalek sebagai  penyedia uang dan mengoplos ulang. Miras oplosan dari wilayah Kabupaten Kediri, kemudian dioplos lagi sebelum diminum,” kata Kapolres Trenggalek.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 204 ayat ( 1 ) dan ayat ( 2 ) KUHPidana dan atau pasal 135 Jo pasal 71 ayat (2) dan atau Pasal 140 Jo Pasal 86 ayat 2 UURI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau pasal 106 Jo pasal 24 ayat (1) UURI NO.7 Th 2014 tentang perdagangan , yang diancam dengan pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak 10 milyar rupiah.

Sebelumnya sebanyak tujuh warga di Kabupaten Trenggalek mengalami dugaan overdosis pasca menenggak miras oplosan. Tiga warga meninggal dunia, sementara empat warga lainnya yakni AP (26), NG (30), RY (27) dan EK (27) masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dokter Iskak Tulungagung maupun di Puskesmas Kecamatan Watulimo Trenggalek.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu