Tekan Perputaran Uang Pembayaran Tilang, Begini Yang Dilakukan

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Jika sebelumnya setiap pelanggar Lalu Lintas (Lalin) harus mengantri panjang untuk mengambil barang bukti dan membayar denda secara manual di halaman samping Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, tentunya saat ini telah dipermudah dengan adanya layanan baru.

Kasi Pidum Kejari Lamongan, Irwan Syafari, S.H mengatakan, pihaknya sebelum adanya pandemi virus corona (Covid-19) telah menerapkan sistem pembayaran denda secara online untuk menghindari perputaran uang di lingkungan Kejari Lamongan dalam rangka menuju Wilayah Bersih Bebas Korupsi (WBBK).

Namun, pada saat itu sistem pembayaran denda online belum bisa berjalan dengan lancar sebab masih banyak masyarakat yang bingung dalam menggunakan teknologi informasi atau mungkin masih belum mengetahui bahwa ada sistem pelayanan online untuk pembayaran denda bagi pelanggar Lalin.

“Sekarang sistemnya berubah, ketika ada pelanggaran lalin, polisi akan menindak pelanggar baik melalui CCTV yang telah terpasang di Lapangan maupun secara manual seperti melalui razia, setelah itu akan disidang oleh pengadilan untuk menentukan besaran denda yang harus dibayarkan oleh pelanggar,” ungkapnya, Rabu (10/6).

Setelah Pengadilan memutuskan berapa besaran denda yang harus dibayarkan, sambungnya, masyarakat berhak memilih untuk melakukan pembayaran melalui agen BRILink yang tersedia di Kejari atau secara online. Dalam hal ini, pembayaran secara online, kita bekerja sama dengan kantor pos (Briva Pos).

“Jadi saya sampaikan terlebih dahulu biar tidak ada kesalahpahaman, saat melakukan pembayaran melalui Briva Pos akan ada tambahan biaya ongkos kirim dan tentunya besaran biaya ongkos kirim tersebut ditentukan secara mandiri oleh kantor pos untuk dilakukan pengiriman barang bukti secara langsung menuju rumah pelanggar,” terangnya.

Namun, masih menurutnya, kami tetap melayani pengambilan barang bukti secara manual, untuk itu kami siapkan tenda khusus agen BRILink di wilayah Kejari Lamongan agar masyarakat bisa melakukan pembayaran melalui agen BRILink tersebut, setelah melakukan pembayaran baru ambil barang bukti ke petugas.

Dengan mewajibkan pembayaran melalui agen BRILink, ia menjelaskan, tentunya kelebihan bayar diganti dengan permen, dan lain sebagainya tidak akan terjadi, kita maksimalkan agar tidak ada sama sekali perputaran uang di Kejari Lamongan.

Jaksa Pratama yang kini sedang menempuh Pascasarjana di Universitas Airlangga Surabaya tersebut juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan ruangan baru bagi pelanggar Lain, ruangan tersebut akan dilengkapi dengan AC, Welcome Drink, dan coffee break untuk menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Dengan adanya dua jalur pelayanan, melalui online dan manual, tentunya antrian tidak terlalu padat, para pelanggar juga kita masukan ruangan yang aman dan nyaman. Kita maksimalkan pelayanan bagi masyarakat, kita tekan perputaran uang, dan yang paling penting kita bersama menuju WBBK dan WBBM,” jabarnya.

Reporter: Fariz Fahyu
Editor: Della Cahaya