Tebuireng Berduka, Pengasuh Ponpes Putri Al-Masruriyah KH Zaki Hadzik Tutup Usia

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Pesantren Tebuireng, Rabu (1/7). Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Masruriyah, KH. Zaki Hadzik atau Gus Zaki, meninggal dunia di RSUD Jombang.

Meninggalnya cucu dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari ini, setelah beberapa hari lalu Tebuireng juga berduka atas wafatnya, KH. Wachid, adik kandung dari Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz.

Kabar duka Pengasuh PP Putri Al-Masruriyah juga dibenarkan oleh Syubah Nuri selaku Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, bahwa Abah (Gus Zaki) meninggal karena sakit DBD yang dideritanya.

“Beliau awalnya DBD. Habis Maghrib barusan dapat kabar trombositnya turun drastis. Lima menit kemudian wafat,” ujarnya.

Kemudian salah satu putra Gus Zaki, Robizidni Ilma Na’fiaan, juga membenarkan bahwa sang ayah ini telah menghembuskan nafas terakhirnya ba’da Magrib (sesudah shalat Maghrib) saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang.

“Abah menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 18.15 WIB di RSUD Jombang,” terang putra ketiga Ketua PW Rabithah Ma’had Al-Islamiyah (RMI) Jawa Timur.

Kepergian Gus Zaki di usia 48 tahun ini, tidak hanya membawa kabar duka bagi seluruh santri dan keluarga Pesantren Tebuireng, tetapi juga menjadi duka bagi warga nahdliyin, khususnya PWNU Jawa Timur, karena beliau merupakan Ketua RMI PWNU Jatim.

Selain itu putra almarhum, Gus Robby Zidni Ilman Nafia juga menceritakan kembali bahwa, sang ayah sebelum meninggal, sekitar dua hari yang lalu sempat dirawat di Pusat Kesehatan Pesantren (Pukestren) Tebuireng, karena sakitnya tidak kunjung reda.

“Sekitar ba’da Isya, Abah dilarikan ke Pukestren dikarenakan trombositnya turun sangat rendah. Di sore harinya, hasil lab keluar, dan menyatakan bahwa trombosit beliau telah membaik. Setelah merasa cukup membaik, Abah meminta untuk dirawat di rumah,” ungkapnya.

Namun, tiba-tiba demam Gus Zaki kembali tinggi setelah beristirahat di rumah dan kemudian beliau sempat dilarikan ke Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU). Akan tetapi karena pasien di RSNU penuh, maka Gus Zaki dirujuk ke RSUD Jombang.

“Selama di RSUD tersebut, Abah sudah tidak sadarkan diri, lalu sehabis Magrib, Abah menghembuskan nafas terakhirnya,” pungkas Gus Robby

Perlu diketahui, KH. Zaki Hadzik atau yang akrab disapa Gus Zaki ini salah satu dzurriyah Pendiri Tebuireng Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Beliau adalah putra ketiga dari Nyai Hj Khodijah Hasyim, adik dari almarhum KH. Ishomuddin Hadzik (Gus Isom) dan KH Agus Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi), Pengasuh Ponpes Putri Tebuireng.

Gus Zaki merupakan keluarga Pesantren Tebuireng yang menjadi rujukan literatur tentang Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan Tebuireng. Bahkan, beliau juga merawat dan menyebarluaskan kitab-kitab dan makalah karya sang kakek, sebuah tugas yang diwariskan oleh sang kakak Alm. KH Ishomuddin Hadziq yang sebelumnya menjadi Pengasuh Ponpes Putri Al-Masruriyah Tebuireng, Jombang.

Reporter : Taufiqur Rachman
Editor Achmad Saichu