Tarif Cukai Rokok Naik 23 Persen, Ini Kata KPPBC Malang

Share this :

Malang, koranmemo.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Malang mulai melakukan sosialisasi kepada para pengusaha rokok di Kota Malang terkait naiknya tarif cukai rokok. Bentuk sosialisasi tersebut diberikan dengan cara mengundang mereka untuk menghadiri beragam acara yang digelar oleh Bea Cukai Malang.

Kepala KPPBC Tipe Madya Malang Rudy Hery Kurniawan mengatakan pihaknya tetap akan memperhatikan para pengusaha rokok yang ada di Kota Malang, agar mereka yang memiliki usaha produk bercukai mengerti risiko tersebut.

“Untuk di Malang, ada sekitar 150 pengusaha rokok. Dengan sosialisasi yang kami berikan, kami harap mereka bisa menyiasatinya,” ucapnya,Jumat (04/10).

Sebelumnya, pemerintah memutuskan menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen.Dengan kenaikan cukai rokok ini maka otomatis harga jual rokok eceran juga naik, yakni ke angka 35 persen.

Kenaikan cukai dan harga jual eceran ini mulai berlaku 1 Januari 2020 dan akan ditetapkan dalam peraturan menteri keuangan (PMK). “Setiap tahun tarif cukai memang selalu naik. Karena sifatnya ini untuk pengendalian,” ucapnya.

Sehingga, tidak semua orang bisa membeli barang yang terkena cukai dengan murah. “Dengan harganya yang mahal, maka akan terkendali. Dan yang mengkonsumsi hanya untuk kalangan tertentu saja,” ucapnya.

Ia menjelaskan kenaikan ini merupakan salah satu kebijakan yang tidak terhindarkan. Terutama kepada seluruh pengusaha rokok ataupun mereka yang memiliki usaha produk bercukai mengerti risiko tersebut.

“Maka dari itu saat ini posisinya tinggal menunggu keputusan resmi dari PMK sembari kita mensosialisasikan,” ucapnya.

Sebagai informasi, kenaikan tarif cukai tembakau bukan pertama kali ini saja.Setidaknya sudah 6 kali waktu 2001, 2003, 2004, 2008, 2014 dan yang terakhir 2018.

Editor Arief juli prabowo