Tarian Turonggo Yakso Sambut Peserta Latsitarda Nusantara XXXIX

Trenggalek, koranmemo.com – Tarian jaranan Turonggo Yakso ambil bagian dalam penyambutan ratusan peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XXXIX di Trenggalek, Senin (1/4). Penampilan puluhan pelajar yang memainkan tari jaranan khas Trenggalek ini sukses memukau pengunjung, di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta hingga Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Surjono, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mengatakan, tarian jaranan Turonggo Yakso untuk penyambutan peserta kirab Latsitarda ini melibatkan 22 pelajar SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek. “Ada 12 penari jaranan, dua barongan dan 8 pangrawit. Semua pelajar SMK berbagai jenjang,” ujarnya di lokasi kirab yang berlangsung dari Jalan Soekarno-Hatta hingga Pendopo.

Bukan hanya sebatas penyambutan sebanyak 270 peserta Latsitarda, baik dari unsur TNI, Polri, IPDN maupun kalangan mahasiswa. Makna lainnya, Disparbud Trenggalek ingin mengenalkan ragam budaya dan kesenian Bumi Menak Sopal, sebutan Kabupaten Trenggalek. “Sebab mereka (peserta Latsitarda,red) mayoritas berasal dari luar (Trenggalek,red). Selain kepada masyarakat luas, khususnya kami ingin kenalkan kepada mereka, ini lho salah satu tarian khas Trenggalek,” jelasnya.

Selain mengenalkan tarian kesenian daerah kepada ratusan abdi negara ini, lanjut Surjono, pihaknya juga ingin mengedukasi kepada masyarakat. Bahwasanya pada era modern seperti saat ini kesenian daerah terus dikembangkan dengan ragam karakter, utamanya yang melibatkan generasi millenial. “Kami ingin edukasi juga bahwa jaranan bukan hanya didominasi orang tua saja. Banyak anak muda, termasuk pelajar yang berkecimpung di dalamnya,” jelasnya.

Terbukti puluhan pelajar yang tergabung dalam Sanggar Turonggo Lawung Jiwandaru ini sukses memerankan tarian khas daerah di hadapan ribuan pasang mata. Alhasil banyak mata kamera menyorot mereka untuk mengabadikan momen tersebut. Selain permainan drumband apik yang dimainkan 270 peserta Latsitarda, kolaborasi iringan dua jenis musik ini sukses menghibur pengunjung. Terlihat banyak orang yang memadati area sepanjang kirab. (adv/Disparbud)

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu