Targetkan Rampung November 2020, Pembangunan Pasar Pon Terus Dikebut

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Pembangunan Pasar Pon Trenggalek terus dikebut. Pembangunan pasar di Kelurahan Sumbergedong itu digarap siang malam agar November tahun ini bisa rampung. Pasar itu mengusung konsep bangunan gedung hijau (green building) dengan bangunan dua lantai. Pasar ini mulai dibangun sejak Februari 2020.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Agoes Setiyono mengatakan, hingga saat ini pembangunan pasar yang menelan anggaran sekitar Rp 69 miliar telah mencapai target. “Awal (pembangunan) hingga Mei ini progres pembangunan telah mencapai target,” kata Agus kepada media saat dikonfirmasi, Selasa (19/5).

Untuk memenuhi target ada standar khusus yang harus dicapai, yaitu progres pembangunan harus mencapai 37,93 persen pada Minggu ke-17. Melalui progres itu, kata Agoes, pembangunan dapat terus dipantau. “Data terakhir, progresnya mencapai 37,94 persen dan (data) itu terus meningkat,” imbuhnya.

Progres pembangunan pasar yang sebelumnya terbakar itu telah melampaui target, meski hanya 0,01 persen. Namun, lanjut Agoes, progres yang melampaui target pada Minggu ke-17 akan terus bertambah. “Nggak terlalu banyak sih melampauinya, tapi setidaknya sudah melampaui. Jadi tidak kurang,” kata Agoes.

Pihaknya optimis, jika pembangunan terus mencapai target, maka dapat dipastikan pembangunan pasar itu bisa selesai di tahun 2020 atau tidak molor. Pasar itu ditargetkan rampung pada November ini. “Target terakhirnya di bulan November 2020, harus sudah selesai,” jelasnya.
Pembangunan pasar itu bukan termasuk multiyears atau harus selesai di tahun ini. Untuk mengejar target itu, pembangunan terus dikebut, pengerjaannya dilakukan pada siang malam.

Untuk diketahui, pasar itu nantinya untuk menampung sebanyak 679 pedagang. Kuota itu akan diprioritaskan untuk para pedagang pasar yang lama. Namun tidak menutup kemungkinan juga ditambah pedagang baru. “Datanya kan ada (data kama), cuma nanti akan ada prioritas dari pemerintah daerah untuk memprioritaskan para pedagang lama,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date