Targetkan 2000 Perempuan Jadi Pengusaha Baru

Trenggalek, Koranmemo.com – Rumah Perempuan di Trenggalek digadang bakal jadi wadah pembinaan bagi kalangan wanita untuk lebih mandiri. Mereka menargetkan sebanyak 2000 kalangan wanita keluar dari belenggu kemiskinan dan bisa menjadi pengusaha baru. Meskipun sebatas rintisan diyakini usaha pasca gemblengan itu bakal terus berkembang.

Rencananya peningkatan keterampilan perempuan itu melibatkan USAID JAPRI (Jadi Pengusaha Mandiri). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berencana melatih kurang lebih 2000 perempuan kelompok rentan untuk berwirausaha. “Kelompok umur 18 tahun hingga 30 tahun,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Senin (13/1).Kalangan perempuan, anak dan lansia mendominasi 70 persen dari jumlah penduduk Trenggalek yang mencapai 747.867 jiwa. Pemda ingin mengubah sudut pandang sehingga mereka juga dilibatkan dalam menentukan arah pembangunan daerah. “Kelompok ini harus diberikan kesempatan tidak hanya sebagai obyek melainkan subyek pembangunan,” imbuhnya.

Perempuan dan anak dianggap sebagai investasi, aset potensi yang dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan daerah. Hal ini menjadi fokus pemda kepada Pengarusutamaan Gender (PUG). “Hasil survei sebuah lembaga, menyebutkan bawasannya bila perempuan itu berpenghasilan, sebagian besar penghasilannya akan diinvestasikan untuk keluarga,” kata Ratna.

Keberadaan rumah perempuan sendiri  bertujuan untuk mengajak partisipasi perempuan dalam proses pembuatan kebijakan, akademi perempuan dan sekolah kejuruan, kamar bisnis dan kerja sama wanita, mencarikan inisiatif dana pemberdayaan perempuan dan menjadi mitra dan teman perempuan. “Kurang lebih kita target ada 2.000 perempuan yang akan menjadi wirausaha baru,” jelasnya.

Untuk mengikuti program itu, mereka harus masuk dalam data kemiskinan dan kerentanan baik pada desil satu maupun dua. Meliputi penyandang disabilitas, perempuan dalam korban kekerasan, janda, eks pekerja migran, mereka yang masih terjebak dalam belenggu prostitusi. “Ini yang ingin kita libatkan dalam program ini,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Mas Ipin menambahkan, USAID JAPRI bakal menyiapkan dana untuk membantu Trenggalek meningkatkan pendapatan perempuan. Program sosial ini diharapkan mengubah stigma tentang perempuan di kalangan masyarakat.  “Jadi ini program khusus untuk perempuan. Untuk membuat perempuan bagaimana caranya mereka bisa membuat bisnis untuk mereka sendiri,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date