Tanpa Lelang, Perbaikan Jembatan Patimura Pakai Anggaran Tak Terduga

Share this :

 

Madiun, koranmemo.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)  Kabupaten Madiun memastikan akan menggunakan anggaran tidak terduga untuk perbaikan jembatan Patimura Desa Bajulan, Kecamatan Saradan yang ambrol beberapa waktu lalu. Proyek pakai sistem penunjukan langsung (PL).
Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Arnowo Widjaja mengatakan, penggunaan alokasi anggaran tidak terduga sudah berdasar sejumlah kajian. Di antaranya, kajian hukum bahwa skema pengadaan untuk kondisi urgent sangat khusus.
Pencarian rekanan pelaksana tidak perlu dicari lewat sistem lelang, melainkan sistem PL meski estimasi biaya lebih dari Rp 200 juta. DPU Bina Marga Jawa Timur juga memberikan lampu hijau. ‘’Disetujui pakai BTT,’’ katanya, Kamis (25/4).
Dikatakan, anggaran nantinya difokuskan untuk perbaikan fondasi dan plat injak jembatan. Jangka waktu rehabilitasi infrastruktur yang ambutment-nya keropos itu sekitar 40 hari kalender. Target jembatan bisa dilewati pemudik lebaran awal Juni mendatang. ‘’Perbaikan ini untuk antisipasi lebaran,’’ katanya.
Meski proyek itu pakai sistem PL, pihaknya mengaku akan tetap mencari kontraktor yang mumpuni dari berbagai aspek. Mulai peralatan kerja, ketersediaan material bangunan, anggaran, serta berpengalaman.
Menurutnya, tiga aspek yang disebut di awal itu mutlak karena pihaknya tidak membayar di muka. Rekanan harus menalangi segala kebutuhan terlebih dulu. Pelunasan ketika pekerjaan tuntas dengan biaya sesuai besaran volume. ‘’Meski bergantung volume, tapi kami punya estimasi biaya di kisaran Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar,’’ ungkapnya.
Reporter Juremi
Editor Achmad Saichu