Tangkapan Minim, Nelayan Jadi Petani

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com –  Cuaca ekstrem yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir, membuat sejumlah nelayan di pesisir Pantai Indah Popoh di Desa/Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung, beralih profesi menjadi petani. Sebab, dampak dari perubahan cuaca membuat minimnya hasil tangkapan ikan. “Hampir setahun ini paceklik ikan terjadi sehingga membuat nelayan benar-benar dalam situasi sulit,” kata Asmungi, salah satu nelayan Pantai Popoh.

Asmungi mengatakan, dirinya jarang sekali pergi melaut karena cuaca ekstrem membuat anjloknya hasil tangkapan ikan. Kata dia, pada bulan Oktober hingga akhir tahun biasanya para nelayan selalu panen, namun saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. “Tahun ini beda dengan tahun lalu. Biasanya pada Oktober hingga akhir tahun tangkapan ikan cukup lumayan banyak,” ujar pria bertubuh subur.

Saat ini Asmungi beralih sebagai petani jagung, sehingga waktunya banyak digunakan untuk bertanam atau berada di persawahan.

Hal senada diungkapkan Supar, nelayan lainnya. Dia mengaku sengaja tidak melaut. Dia hanya menunggu temannya sesama nelayan yang barusan pulang atau sandar kapal setelah hampir empat jam berburu peruntungan menjaring ikan di perairan sekitar garis pantai Teluk Popoh. “Hasilnya tetap tidak memuaskan. Ini hanya dapat sekitar tiga kilogram ikan dan sedikit udang,” tutur Supar.

Menurut Katiman, nelayan lain, belakangan ini ikan sulit didapat, seperti bersembunyi di perairan lebih dalam sehingga tidak mudah dijangkau jaring nelayan. Padahal, kata Katiman, siang itu cuaca cerah. “Faktor cuaca ekstrem la-nina mungkin sangat berpengaruh. Sudah setahun ini nelayan tidak mendapatkan ikan dengan jumlah besar,” ujarnya.

Terpisah, penggiat organisasi warga pesisir, kelompok Pantai Selatan Rescue, Sumariyanto mengatakan kondisi laut yang kerap dilanda hujan badai menjadi penyebab nelayan paceklik ikan. Gelombang dan arus laut yang kuat menyebabkan banyak jenis ikan yang biasanya menjadi sasaran jaring maupun pancing nelayan kini tidak mudah didapat, karena memilih bersembunyi di perairan dalam. “Nelayan memilih mencari peruntungan dengan memasang keramba untuk menangkap udang lobster berikut anakannya. Hasilnya lumayan meski sebenarnya dilarang pemerintah. Tapi mau bagaimana lagi,” kata Sumariyanto.

Sebagai relawan pengawas pantai selatan di Popoh, Sumariyanto dan rekan-rekannya tidak bisa melarang ataupun mengingatkan. Sebab, kata dia, para nelayan butuh makan dan untuk memenuhi kebutuhan hidup kesehariannya sementara hasil tangkapan ikan tahun ini tidak banyak bisa diharapkan. (den/JB)

 

Follow Untuk Berita Up to Date