Tangkap Peluang, Pengrajin ini Buat Masker Bermotif Batik Sukun

Malang, koranmemo.com – Dalam adaptasi kebiasaan baru, masker merupakan pelindung diri yang wajib dikenakan oleh masyarakat. Melihat peluang tersebut, Nena Bachtiar, pengrajin Batik Sukun, mulai melebarkan sayap usahanya untuk membuat masker.

Empat tahun pengalamannya berkecimpung didunia batik, membuat Nena peka terhadap tren yang sedang muncul di tengah masyarakat. Dengan memberdayakan Ibu-ibu di RW 03 Kelurahan Sukun, Nena berinovasi membuat masker bermotif Batik Sukun dan Topeng Malangan.

Batik Sukun khas Kelurahan Sukun, Kecamatan Klojen, Kota Malang tersebut ia padukan dengan masker berbagai warna. “Alhamdulillah bisa menambah pemasukan Ibu-ibu di lingkungan Kelurahan Sukun. Ada sekitar 15 orang yang sudah ikut membatik. Awalnya mereka cuma belajar, ternyata bernilai ekonomis,” ujar Nena, Jum’at (25/9).

Batik Sukun sendiri menurut Nena, terinisiasi dari nama Kelurahan Sukun dan lagi juga masih mudah ditemui pohon sukun yang menjadi julukan kelurahan tersebut. “Kita buat gambar batik di masker dengan motif daun sukun, sesuai nama wilayah. Disini juga masih banyak ditemui pohonnya,” tuturnya.

Baca Juga: Perkenalkan Topeng Malangan Melalui Ekonomi Kreatif Topeng Coklat

Nena menambahkan, siapapun yang tertarik dan ingin belajar membatik, dapat bergabung bersama. Ada beberapa teknik membatik yang ia tuangkan dalam batiknya. “Ada yang tulis tangan langsung, ada cap juga. Sama campuran, tulis tangan dan cap. Kalau ada pesanan sih ya menyesuaikan permintaan,” ujarnya.

Dalam upaya pelestarian tradisi dan budaya lokal, Nena berharap masyarakat dapat terus melambungkan nama Batik Sukun dan mengembangkannya.

Baca Juga: Pelestarian Budaya Lokal Wayang Topeng Malang di Kampung Budaya Polowijen

“Dengan kemampuan membatik ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam membangun usahanya sendiri. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat untuk bagi lingkungan dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh
Editor: Della Cahaya