Tangkap Pelaku Aborsi

Share this :

Tercium Dari Bau Busuk di Sekitar Rumah

Kediri, Koran Memo – Farid (23) dan kekasihnya RY (20) warga Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek harus mendekam dibalik jeruji besi Polres Kediri Kota, Jumat (29/1). Keduanya diamankan karena diduga melakukan aborsi terhadap janin yang dikandung RY. Dugaan aborsi ini diketahui dari bau menyengat yang tercium di perkarangan rumah Farid, di Kecamatan Tugu, Trenggalek.

Petugas Satreskrim Polres Kediri Kota menunjukkan barang bukti yang diamankan dari penangkapan Farid (amid/memo)
Petugas Satreskrim Polres Kediri Kota menunjukkan barang bukti yang diamankan dari penangkapan Farid (amid/memo)

“Jasad bayi dikubur di rumah tersangka pria di Trenggalek. Namun lokasi kejadian aborsi di sebuah rumah kos di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto,” tegas Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Wisnu Prasetyo saat dikonfirmasi kemarin, Rabu (3/2).

Aksi aborsi ini diketahui pada Jumat (29/1) lalu. Warga sekitar rumah Farid merasa aneh dengan aroma yang cukup menyengat. Mereka kemudian mencari sumber bau busuk tersebut. Diduga bau itu berasal di sekitar perkarangan rumah Farid.

Didekat pohon pisang, warga melihat ada beberapa tatanan keramik. Merasa curiga dengan hal tersebut karena berbau busuk, warga kemudian melakukan penggalian. Diketahui terdapat jasat janin berusia sekitar empat bulan terkubur di perkarangan tersebut. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan pada pihak berwajib.

Petugas Polsek Tugu kemudian mengamankan Farid dan kekasihnya. Petugas melakukan interogasi kepada kedua tersangka dan mengakui jika aborsi tersebut dilakukan di rumah kos di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Farid dan kekasihnya mengaku jika bayi tersebut keluar pada hari minggu (24/1) sekitar pukul 23.00 WIB. RY yang ada di rumah kos kemudian menghubungi Farid yang ada di Trenggalek. Keesokan harinya Farid mendatangi rumah kos RY untuk mengambil dan mengubur jasat bayi tersebut.

“Tersangka mengaku jika dia takut perbuatannya diketahui oleh keluarganya. Sehingga untuk menggugurkan kandungan tersebut pelaku mengkonsumsi obat perangsang kontraksi,” terang AKP Wisnu.

Dari penangkapan keduanya diamankan satu orok bayi , seperangkat peralatan yang digunakan tersangka untuk mengubut bayi tersebut. Selain itu juga diamankan satu bauh tas laptop yang digunakan untuk membawa bayi dari Kota Kediri ke Trenggalek. Polisi juga mengamankan kartu identitas, keramik dan obat-obatan yang diminum Ry.

“Tersangka kita jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak 35/2014 tentang aborsi. Selain itu juga kita jeratkan Undang-Undang Kesehatan 36/2009,” tegas AKP Wisnu. (ram)