Tangkap Mucikari Prostitusi Online

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Aparat Unit Reskrim Polsek Peterongan, menangkap Grit Sandia Prisma Prasdian (29), warga Dusun Ketanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro, Minggu (5/2). Pemuda itu ditangkap lantaran diduga sebagai mucikari dalam bisnis prostitusi online.

Kapolsek Peterongan, AKP Mintarto melalui Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Iptu Subadar mengatakan, pasca penangkapan polisi masih melakukan pendalaman. ”Saat ini pelaku sudah kita amankan, selanjutnya kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk untuk membongkar bisnis ini (prostitusi online),” kata Subadar kepada wartawan, Selasa (7/2).

Subadar menjelaskan, terbongkarnya bisnis esek-esek yang diduga dijalankan pelaku bermula saat polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang berlangsungnya bisnis prostitusi online di Kota Santri. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan untuk memperoleh kebenaran informasi tersebut. Hasil penyelidikan, polisi kemudian mengantongi identitas Grit Sandia Prisma Prasdian sebagai mucikari.

Dalam penyelidikan polisi juga mendapat informasi jika Grit Sandia akan menjalankan transaksi dengan calon pelanggan di area taman Kebonratu Keplaksari, Minggu (5/2) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari sini polisi memutuskan untuk melakukan pengamatan di lokasi. Tak lama kemudian polisi melihat pelaku datang bersama seorang perempuan yang diduga PSK (pekerja seks komersial), mengendarai sepeda motor Honda Spacy warna hitam nopol S 3924 YL.

Saat di taman, pelaku juga terlihat tengah menghubungi seseorang. ”Penangkapan dilakukan saat pelaku sudah menerima uang dari pelanggannya. Serta menyerahkan PSK kepada pelanggannya,” jelas Subadar.

Selanjutnya, kata Subadar, petugas membawa pelaku ke Mapolsek Peterongan. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti telpon seluler, uang Rp 200 ribu, serta sepeda motor. “Pelaku menawarkan jasa esek-eseknya secara online. Diposting foto-foto PSK sekaligus tarif untuk kencan,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 296 KUHP Jo pasal 2 ayat 1 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang. ”Sekali lagi kasusnya masih dalam  kembangkan lebih lanjut, kita telusuri telusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar,” pungkas Subadar.

 

Reporter : Agung Pamungkas

Editor : Vrian Triwidodo