Tanggung Jawab Besar, Ternyata Hanya Segini Honor Petugas Pelaksana Pemilu

Kediri, koranmemo.com – Tanggung jawab yang diemban selama melaksanakan tugas sebagai petugas pelaksana pemilihan umum (pemilu) 2019 ini, dinilai sangat besar. Perlu ketelitian serta akurasi tinggi saat proses pemungutan suara, sampai perhitungan jumlah surat suara di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Dengan tanggung jawab yang besar, honor yang diterima petugas KPPS berkisar Rp 550.000. Untuk ketua KPPS di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), mereka mendapat honor Rp 550.000. Sedangkan untuk anggota KPPS yang mencapai tujuh orang tiap TPS, masing-masing anggota mendapat honor Rp 500.000.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Agus Rofiq, honor yang diterima petugas KPPS di seluruh Indonesia sama, dan mulai dilantik pada tanggal 1 April lalu. “Honor tersebut untuk satu kali kegiatan, terhitung mulai dilantik sampai tenggat waktu pada tanggal 9 Mei nanti,” jelasnya, saat ditemui Koranmemo.com, Rabu (24/4).

Jadi, selama kurun waktu 39 hari, petugas masih mempunyai tanggung jawab jika selama masa rekapitulasi menemui selisih jumlah daftar pemilih tetap (DPT), dengan jumlah hasil surat suara yang diterima. Pasalnya, sejak tanggal 18 April, dilakukan rekapitulasi di tingkat PPK, dengan batas waktu sampai tanggal 4 Mei.

Tahapan ini, lanjutnya, sudah diatur dalam peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2019 pembaruan ke III peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017, tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilu 2019. “Dari tingkat PPK, nanti berlanjut ke tingkat KPU Kabupaten atau Kota, dan dilanjutkan ke tingkat KPU Provinsi. Akhirnya, data masuk ke KPU RI,” sahutnya.

Selama rekapitulasi ini, pihak yang tidak kalah penting untuk membantu kelancaran dan keamanan adalah petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas). Setelah selesai menjaga keamanan di TPS, mereka melanjutkan pengamanan di PPK. Terkait masalah honor, masing-masing petugas Linmas memperoleh Rp 400.000.

Sedangkan honor yang diterima petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS), untuk ketua mendapat honor Rp 900.000 dan untuk anggota memperoleh Rp 850.000. Petugas PPK sendiri memperoleh honor Rp 1.850.00 untuk ketua, dan untuk anggota memperoleh Rp 1.600.000. “Kalau honor yang diberikan kepada petugas PPK dan PPS ini adalah honor per bulan,” ucapnya.

Sementara itu, untuk proses setelah rekapitulasi, petugas PPK akan memberikan pengumuman hasil perhitungan tersebut. Di tingkat PPK, pengumuman dapat dilakukan mulai tanggal 18 April sampai 5 Mei. Pada tingkat KPU Kabupaten maupun Kota mulai tanggal 20 April sampai 8 Mei. “Jadwal dan tahapannya saling beririsan. Kalau di tingkat KPU Provinsi, pengumuman dimulai tanggal 22 April sampai 13 Mei,” paparnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu