Tanggul Sungai Jebol, Rendam Rumah Warga dan Puluhan Hektare Tanaman Padi

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Hujan lebat secara terus menerus di sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang mulai menimbulkan sejumlah masalah. Selain menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Mojoagung dan sebagian Kecamatan Jombang, kini giliran tanggul sungai yang berada di Dusun Njuwet Desa Kedunglosari Kecamatan Tembelang mengalami jebol.

Kondisi ini mengakibatkan air meluber ke area persawahan warga dan menggenangi tanaman padi diantaranya siap panen. Mereka khawatir terjadi gagal panen akibat tanaman rusak. Dari informasi yang didapat wartawan, jebolnya tanggul terjadi pada Rabu (10/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Tanggul tersebut merupakan tanggul sungai ngotok ring kanal Jombang Timur.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jombang Gunadi mengatakan, jebolnya tanggul mencapai lebar 9 meter. Akibatnya, air merembet ke pertanian dan permukiman warga. “Berdampak ke lahan pertanian dan permukiman warga, khususnya Dusun Kedungbudeng Desa Kedunglosari,” kata Gunadi saat dihubungi wartawan, Kamis (11/4) siang.

Guna mengatasi jebolnya tanggul, Gunadi menyatakan jika pihak BPBD telah mengirim bantuan seribuan lembar karung pasir dan gedeg gulung dari bahan bambu untuk menutup tanggul yang jebol. Sejumlah anggota juga diterjunkan untuk membantu warga menutup tanggul.

“Anggota sudah kirim kesana sejak tadi malam (Rabu malam, red). Kita juga sudah koordinasikan dengan PU Pengairan,” sambungnya.

Sementara, pantauan wartawan di lokasi pada Kamis (11/4) pagi, sejumlah perangkat Desa Kedunglosari dan warga setempat gotong royong menutup tanggul yang jebol. Sejumlah tiang dari pohon bambu dan gedeg gulung dipasang untuk menutup tanggul.

Kepala Dusun Njuwet Desa Kedunglosari Poniman (53) mengatakan, terdapat 35 hektare lahan pertanian di wilayah yang berdekatan dengan tanggul yang jebol. Namun untuk sementara, hanya ada 4 haktare lahan pertanian yang sudah terendam air.

“Ini yang pasti tidak panen akibat tanggul jebol sementara sekitar 4 hektare. Itu sementara, saya gak tau kalau nanti air masuk semua,” tuturnya saat diwawancarai di lokasi tanggul yang jebol.

Dari 4 hektare tanaman padi siap panen yang terdampak tanggul jebol, Poniman memprediksi kerugian mencapai puluhan juta rupiah. “Padi ini usia 85 hari, siap panen. Ya kerugian kira-kira mencapai puluhan juta,” paparnya.

Selain lahan pertanian, ada belasan rumah yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul sungai ngotok ring kanal Jombang Timur. Bahkan menurut Poniman, belasan warga memilih mengungsi di rumah sanak saudaranya di Desa Kedunglosari, yang tidak terdampak dari jebolnya tanggul.

“Di Dusun Kedungbudeng ada sekitar 17 rumah yang banjir dengan ketinggian satu meter. Semua (warganya) mengungsi sejak tadi malam,” pungkasnya.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu