Tandon Air Gunakan Drum Bekas, Bupati Perintahkan Diganti

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Bak tampungan yang memanfaatkan drum bekas atau sudah dalam keadaan rekondisi milik warga RT 43 RW 7 Dusun Selorejo Desa Mlinjon Kecamatan Suruh membuat keprihatinan yang  mendalam bagi bupati Trenggalek saat meninjau pelaksanaan pendistribusian air bersih di daerah terdampak bencana kekeringan itu.

Selain kondisi drum rekondisi tersebut memang bekas tempat menyimpan oli dan sudah berkarat,  bau oli-nya masih menyengat serta buih minyak yang tersisa bercampur air menyeruak di atas genangan air bersih sumbangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan temuan dirinya dengan melihat kondisi drum penampungan air bersih itu sangat tidak layak. Selain berbahaya jika airnya dikonsumsi , drum tersebut ditengarai bekas menyimpan aspal, sehingga kandungan zat berbahaya dimungkinkan masih melekat pada seng bahan dari drum tersebut.“Harusnya ini pakai tandon air yang berstandart dan  sudah disterilisasi,” ucapnya, Jum’at (8/9) di Trenggalek.

Ia melanjutkan, pihak BPBD Kabupaten Trenggalek agar segera mengganti drum itu dengan wadah tampungan air yang layak dipakai dan lebih layak untuk dikonsumsi.“Mungkin jika ada wadah lain seperti bak palstik, ganti saja,” lanjutnya.

Alasan lain, menurutnya pemkab yang  sudah berupaya agar warga terdampak ini bisa lebih ringan bebannya, akan justru berakibat memburuknya kondisi warga tersebut dikarenakan kesehatannya terganggu.

“ Jelas ini akan berdampak pada kesehatan warga karena airnya mengalami kontaminasi dengan bahan kimia yang berbahaya,’ tandasnya.

Sementara, Camat Suruh, Agus Utoyo, mengaku pihaknya sebenarnya telah menyiapkan tandon air yang dibelinya dari toko serta terstandar. Namun tandon-tandon itu diakuinya belum diserahkan kepada warga keburu bupati sudah melakukan sidak hari ini.

“Tandon air sudah dipersiapkan, rencananya malam ini akan segera kita distribusikan ke sana,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto sangat dilematis menghadapi kondisi sosial masyarakat sebanyak 63 Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Selorejo RT 43 RW 7 Desa Mlinjon Suruh yang terdampak kekeringan itu. Pasalnya acap kali ia bersama tim mengingatkan kepada pihak RT maupun warga agar mengganti drum rekondisi itu dengan bak plastik yang layak, ternyata banyak warga menolak dengan alasan  yang mereka punya hanya drum rekondisi seperti itu.

“Mereka itu butuh sosialisasi masalah dampak kesehatannya dan itu harus ada pendamping yang berkompeten mengenai hal itu. Terkadang kita tidak bisa berbuat sesuatu karena mereka tahunya harus ada air bersih,” ungkapnya.

Joko melanjutkan, sempat ada ancaman dari warga jika tidak mau mengisi drum –drum rekondisi itu , unit mobil tangki air yang dimilikinya tidak boleh kembali ke kantornya.

“Itu akan menambah masalah jika kita saat itu ngotot tidak mengisi drum yang tidak layak untuk menampung air bersih bantuan tersebut,” katanya.

Ia berharap masalah ini tidak perlu diperpanjang karena solusinya sudah dijawab pihak kecamatan setempat dan tentunya ada dari dinas terkait untuk mendampingi warga agar tujuan pemerintah berhasil dengan baik.

“Nanti kita tetap akan koordinasi dengan dinas yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat , tetapi yang jelas air yang kita berikan ke warga sudah layak konsumsi dan dibelinya juga dari PDAM Trenggalek,” pungkasnya.

Reporter : Puthut Purbantara

Editor :     Hamzah Abdillah

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *