Tanah Waris Berubah Hak Milik, Ahli Waris Datangi Kantor Desa Singgahan

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Seorang pria yang mengaku ahli waris dari tanah peninggalan orang tuanya mendatangi kantor Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun,Senin (14/9).

Nahrowi (55), pria tersebut, datang bersama kuasa hukumnya meminta kejelasan status tanah itu. Pasalnya, dia merasa tidak tanda tangan jual beli tanah, namun tanah waris tersebut telah dibangun rumah serta kandang oleh orang lain sejak sekitar 40 tahun lalu.

“Tanah waris itu milik orangtua, tapi sekarang sudah dibangun rumah tiga dan satu kandang oleh orang yang bukan ahli waris,” ujar Nahrowi.

Kuasa Hukum Nahrowi, Wahyu Sesar Nugraha mengatakan, dari hasil penelusuran leter C dalam pencatatan buku tanah di lokasi tersebut, menunjukkan nama Rimun atau Nahrowi sebagai ahli waris.

“Kita telusuri disini adalah bagaimana bisa diatas leter C atas nama orang tua klien kami bisa dibangun rumah milik orang lain,” katanya.

Pihaknya mempertanyakan terkait adanya maladministrasi ataupun kesalahan data. Karena saat ini tanah tersebut telah dipecah kepemilikan dan ditingkatkan statusnya menjadi sertifikat hak milik saudara Hariyadi selaku pembeli tanah.

Baca Juga: Forkopimda Kota Malang Perketat Disiplin Bermasker

Padahal, Nahrowi sebagai ahli waris tidak pernah menandatangani dokumen tanah tersebut.

“Kita datang kesini dan nanti akan kita kroscek ke pihak terkait yakni pihak BPN,” tuturnya.