Tambang Pasir Digerebek

Share this :

Amankan Eskavator dan 4 Dump Truk

Blitar, Koran Memo – Meski telah berulang kali dilakukan penggerebekan, tidak membuat para pelaku penambangan pasir ilegal di wilayah Kabupaten Blitar menjadi jera. Mereka masih saja nekat melakukan aktifitasnya. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang menggunakan alat berat.

Polisi saat memeriksa Terlapor dan Saksi di Mapolres Blitar Kota.(Rofiq/Koran Memo)
Polisi saat memeriksa Terlapor dan Saksi di Mapolres Blitar Kota.(Rofiq/Koran Memo)

Rabu (6/1) sekitar pukul 03.30 WIB, Polres Blitar Kota kembali menggrebek area penambangan pasir ilegal di Desa Kebonagung Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Penggerebekan dilakukan setelah sejak sekian lama polisi mengendus aktifitas ilegal mereka.

“Setelah dilakukan penyelidikan ternyata informasi tersebut memang benar adanya, dan kami terus mencari informasi tambahan  terkait penambangan ini dan akhirnya pada pada Rabu (6/1) sekira Pukul 03.30 WIB, dilakukan penggerebekan dilokasi penambangan pasir tanpa memikiki izin pertambangan tersebut,” terang AKP Dhanang Yudanto Kasat Reskrim Polres Blitar Kota kepada Koran Memo, Rabu (6/1/).

Petugas mengamankan satu unit ekskavator dan empat unit dump truck yang digunakan untuk melakukan kegiatan penambangan. Petugas juga mengamankan salah satu pemilik usaha penambangan bernama Nuryowidodo alias Gondrong, warga Dusun  Karangsari Rt 1 Rw 2 Desa Karanggondang Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

Selain mengamankan Nuryowidodo, petugas juga menahan dua sopir truk yang ada di lokasi yaitu HP (36), warga Dusun Kademangan RT 4 RW 2 Desa Dermojayan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, IM (34), warga Dusun Ringinanom, RT 2 RW 1 Desa  Ringinanom Kecamatan Udanawu Kabupaten  Blitar. Seorang operator eskavator yaitu  Jaelani (42) warga Dusun Setinggil RT 2 RW 1 Desa  Gandekan Kecamatan  Wonodadi Kabupaten Blitar juga turut ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dua sopir truk dan satu operator eskavator statusnya kami periksa sebagai saksi. Dan Untuk ekskavator masih erada dilokasi dan akan segera kami ambil dengan truk pengangkut eskavator,” tambah Dhanang.

Lebih lanjut Dhanang menambahkan, jika terbukti melakukan pelanggaran, maka pemilik usaha penambangan akan dijerat dengan pasal 158 UU RI No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, dengan ancaman hukuman maksimal penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.(fiq/rif)