Tambah Enam Warga Blitar Terkonfirmasi Positif Covid-19

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus Covid-19 di Wilayah Kabupaten Blitar belum juga menurun. Berdasarkan data Gugus Tugas Kbaupaten Blitar, justru sebaliknya, cenderung terus bertambah. Dari data Gugus Tugas, hingga 29 Juni 2020 total kasus positif mencapai 31 orang.

Ada tambahan 6 kasus terkonfirmasi positif pada Senin (29/6). Sebelumnya, per 28 Juni 2020, data Gugus Tugas menyebutkan jumlah kasus positive Covid – 19 ada 25 orang. Dari 6 kasus baru, dua diantaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Blitar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti menjelaskan, enam kasus baru menyebar di beberapa kecamatan. Di antaranya laki-laki berusia 51 tahun warga Babadan Kecamatan Wlingi. Yang bersangkutan merupakan dokter yang menangani Covid-19.

“Awalnya mengalami demam dan selanjutnya melakukan swab dan hasilnya positif Covid-19. Saat ini dirawat di RS Lavalette,” ungkap Krisna, Selasa (30/6/2020)

Kemudian, laki-laki berusia 31 tahun, sesuai KTP beralamat di Modangan Nglegok, namun dibawa ke rumah satunya di Sidodadi Garum. Pasien yang sudah sakit sejak dari Surabaya itu mengalami gangguan psikis. Saat ini pasien sudah menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Penambahan ketiga adalah seorang laki-laki berusia 47 tahun warga Selopuro. Pasien mengikuti rapid test di lingkungan sektoral (linsek) dan hasilnya positif. Kemudian seorang laki-laki berusia 57 tahun warga Kandangan Srengat. Riwayat pasien juga mengikuti rapid test linsek dan hasilnya positif.

“Kasus keenam yang terkonfirmasi, seorang perempuan berusia 21 tahun warga Sumberkembar Binangun. Pasien memiliki riwayat kontak erat dengan pasien confirm dari Babadan Wlingi,” ungkap Krisna.

Krisna menambahkan, dua di antara tambahan enam pasien positif COVID-19 merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Blitar. Petugas telah melakukan tindakan rapit tes terhadap rekan kerja ASN tersebut. Rekan kerja ASN tersebut juga telah melakukan isolasi mandiri.

“Sudah kita lakukan pemeriksaan repid terhadap kontak erat seluruh karyawan disinfektan dan penutupan tempat kerja dihitung sejak orang tersebut melakukan isolasi mandiri. Jadi ada yang ditutup selama dua hingga 3 hari,” ungkap Krisna.

Reporter Nuramid Hasyim

Editor Achmad Saichu