Takut Terjerat Kasus Galian C, Tewas Gantung Diri

Ngawi, koranmemo.comSaman (48) warga Dusun/Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumah anaknya Agung Susilo. Dia diduga bunuh diri karena takut diperiksa polisi terkait kasus galian C atau penambangan batu secara ilegal di dalam hutan masuk RPH Begal.

Jasad korban kali pertama diketahui oleh Agung Susilo sepulang dari sawah. Petugas Polsek Kedunggalar yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP. “Korban berpesan kepada menantunya untuk menjaga sawah serta ibunya demikian juga salah satu kendaraan,” kata Kapolsek Kedunggalar AKP Lilik Sulastri, Minggu (20/8).

Terpisah, Kades Begal Yusuf Setiyono mengatakan sebelum meninggal korban ketemu dengannya di pasar sempat curhat dan minta solusi terbaik atas kasus galian C itu. Sebab, Selasa pekan depan dia akan diperiksa oleh petugas Polres Ngawi sesuai kapasitasnya sebagai saksi.

“Korban pagi tadi curhat kepada saya untuk memberikan solusi itu. Dan yang bersangkutan memang sebagai pemegang keuangan dari para sopir truk untuk disetor ke pihak lain yang berkaitan dengan galian C ini,” tandasnya.

Seperti diketahui, Polres Ngawi mengamankan kamituwo Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi berinisiall Galih Puji (37), Rabu (16/8).

Dia diduga melakukan penambangan batu secara ilegal di kawasan hutan wilayah setempat. “Pelaku langsung ditahan,” kata Kasubbag Humas Polres Ngawi AKP ES Martono.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku dengan sengaja mengeruk batu hitam dari dalam hutan dengan menggunakan truk dump nopol AE 9123 KA. “Saat disergap petugas GP tidak bisa menunjukan dokumen sah atas kegiatanya itu. Pelaku langsung dimankan petugas di Polres Ngawi,” jelasnya.

Reporter: Andika Abdilah
Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.