Takut Terjadi Sesuatu, Mertua Minta Menantu Pembunuh Tetap Diproses Hukum

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Warga merasa was – was (khawatir) jika pelaku pembunuhan kembali ke lingkungan masyarakat, Senin (18/2). Pasalnya, warga tidak ingin hal tersebut terulang kembali, ataupun pelaku melakukan penganiayaan terhadap warga yang lain. Diketahui, pelaku bernama Nardian (38) warga Dusun Sumbermanggis Desa Sumberurip Kecamatan Doko Kabupaten Blitar, tega membunuhan istri dan anak sulungnya pada hari Sabtu (16/2) malam.

Kepala Dusun Sumbermanggis, Tukiman (53), menjelaskan, warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) masih tidak percaya atas kejadian pembunuhan itu. Bersama dengan perangkat dusun dan desa, akan melakukan musyawarah mengenai pelaku setelah menjalani proses pemeriksaan. Pasalnya, jika tiba – tiba pelaku tidak sadarkan diri dan mengamuk, ditakutkan akan menimbulkan korban jiwa yang lain.

“Kalau nantinya dibebaskan karena benar – benar mengalami gangguan jiwa, pasti warga juga takut. Kemarin warga melalui kepala RT juga memberi masukan kepada saya, dan nanti akan kami musyawarahkan antara warga, perangkat dusun, dan perangkat desa setempat. Tindakan apa yang akan dilakukan, demi kebaikan bersama dan kenyamanan warga di lingkungan tersebut,” jelasnya, saat ditemui koranmemo.com di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri.

Hal senada juga diutarakan Ponidi (58), salah satu tetangga pelaku yang mengaku takut jika menjadi sasaran amukan pelaku karena jarak rumah mereka yang berdekatan. Dalam kesehariannya, memang beberapa kali terlihat ada permasalahan dengan sang istri. Namun warga tidak berani untuk mencari tahu, dia menilai tidak baik jika ingin mengetahui permasalahan orang lain. Terlebih lagi, permasalahan internal keluarga.

Sementara itu, Supriyadi (60) mertua pelaku, juga menjadi sasaran kemarahan Nardi. Saat mengetahui kejadian tersebut, ia ingin melerai pelaku. Namun, justru mendapat gigitan di pipi sebelah kanan dan tersungkur bersama dengan pelaku. “Posisi Nardi sudah menusuk istrinya, saya ingin melerai tapi malah digigit. Nardi dan saya jatuh bersamaan, dan berguling – guling karena saya juga ingin mempertahankan diri,” tuturnya.

Menurut Supriadi, sebelum pelaku melakukan aksinya, lampu di seluruh rumah dimatikan. Padahal, selama dua hari ini, pihak keluarga (orang tua) baik dari pelaku dan korban berada di lokasi kejadian. Diduga pelaku mematikan lampu untuk menyembunyikan niatnya, agar tidak diketahui oleh orang lain maupun tetangga di sekitar rumah.

Sambil menunjukkan luka yang sudah mengering di pipinya, dia berharap pelaku tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena, sudah tega melakukan pembunuhan terhadap Putri dan cucunya tersebut. Supriadi juga masih tidak percaya, bahwa menantunya tersebut tega melakukan hal seperti itu.

“Dua hari sebelum melakukan pembunuhan, Nardi memang terlihat seperti mengalami beban yang cukup berat. Meskipun masih sering mencari rumput untuk pakan ternak (sapi) miliknya, dia terlihat sedikit linglung. Tapi, pihak keluarga juga tidak menaruh curiga, karena gerak gerik serta Tutur katanya masih normal. Semoga, kasus ini bisa diselesaikan secara hukum, dan mendapat sanksi yang setimpal,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu