Takut Menyeberang, Bangun Jalan Alternatif Bawah Jembatan

Share this :

Nganjuk, koranmemo.comSejumlah warga Desa Nglawak dan Desa Pelem Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk, bergotong royong membangun jalan alternatif di bawah jembatan jalur provinsi, Nganjuk menuju Surabaya.

Jalan alternatif tersebut dibangun atas inisiatif warga mengingat padatnya kendaraan di jalan raya yang sewaktu-waktu mengancam keselamatan warga.

Selain itu, tingginya angka kecelakaan juga menjadi salah satu alasan bagi warga membangun jalur alternatif tersebut. Jalur bawah jembatan yang dibangun sejak awal Januari 2018 lalu ini rencananya hanya akan dilewati sepeda motor dan pejalan kaki saja.

Hingga saat ini warga kedua desa itu bergotong royong melakukan penggalangan dana untuk membangun jembatan melalui iuran warga sekitar.

Ahmad Roji, salah satu warga sekitar menyampaikan, dibutuhkan dana sekitar Rp 50 juta untuk bisa menyelesaikan pembangunan jembatan. Warga kedua desa yang mayoritas pelajar dan petani mengaku takut melintas menyeberang jalan raya karena padatnya arus kendaraan.

“Karena saat ini kondisi jalan penuh, terlalu banyak kendaraan sehingga orang yang mau menyeberang jalan sulit. Demi meningkatkan keselamatan, masyarakat terpikir untuk membuat jalan pintas ini. Terutama kita memfasilitasi anak sekolah yang mau berangkat ke sekolah maupun yang mau olahraga ke lapangan seberang,” ungkapnya.

Apakah tidak takut kalau terjadi banjir?

“Tidak takut, karena jalan alternatif ini dibangun sudah diperkirakan di atas debit air saat banjir,” jelas Ahmad Roji.

Diharapkan usai jalan alternatif ini terbangun aktivitas warga tak lagi terganggu lantaran was-was saat akan menyeberang jalan. Selain itu, jalan ini juga akan mengurangi kemacetan saat menjelang arus mudik lebaran.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu