Takut, Korban Ayah Tiri Bejat Pilih Keluar Sekolah

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Pasca terungkap kasusnya, keluarga RS (15) warga Dusun Toyomarto Desa Pupus Kecamatan Ngebel, yang menjadi korban kebejatan ayah tirinya Miswanto (38) hingga hamil 5 bulan dan dipaksa menggugurkan kandungnya, memilih untuk mengeluarkan RS dari sekolah.

Hal ini lantaran pihak keluarga takut bila Siswi kelas X Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kecamatan Ngebel ini akan dibully oleh teman-temanya bila kembali ke bangku sekolah.

Hal ini dibenarkan, oleh ayah kandung RS, Panji (38). Ia mengatakan, sejak penemuan bayi perempuan di selokan air rumahnya ramai dibahas warga setempat, RS cenderung diam dan enggan bertemu orang.

Termasuk, ketika sejumlah Polisi datang dan memintai keterangan seputar aksi kebejatan sang ayah tiri, RS justru menangis.” Untuk sekolah saya stop karena takut akan dibully, saat ini akan saya besarkan sendiri,” ujar Panji, Selasa (8/10).

Panji mendesak polisi untuk menghukum suami kedua mantan istrinya tersebut dengan hukuman seberat beratnya, lantaran telah menghancurkan masa depan anak semata wayangnya tersebut.” Jelas marah sebagai ayah kandungnya, anak saya masih kecil masa depannya sudah hancur, tuntutanya dihukum sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara itu,  dari sumber di internal Polres Ponorogo, meski saat ini pelaku belum tertangkap, keberadaan pria asal Banyuwangi itu kini telah diketahui petugas. Saat ini petugas  Sat-Reskrim Polres Ponorogo melakukan pengejaran terhadap Miswanto yang kabur sejak menggugurkan bayi RS, Jumat (5/10) lalu.

” Sudah diketahui, ada di Provinsi Jawa Timur pastinya. Saat ini sedang dikejar oleh anggota,” ujar salah satu petugas Reskrim yang enggan disebutkan namanya ini.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date