Tak Tahan Sakit Kepala, Pilih Gantung Diri

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Marlan (65) warga Dusun Patihan Desa Balongrejo Kecamatan Berbek ditemukan dalam keadaan tergantung di kamar pembantu dengan leher terjerat tali plastik, Senin (12/11) sekitar pukul 06.00 WIB. Sontak kematian korban yang tak wajar ini menggegerkan warga setempat.

Korban kali pertama ditemukan oleh anaknya, Nita Ratna Sari (25). Waktu itu dia sedang mencari dan memanggil-manggil bapaknya di kamarnya, namun tidak ada dan tak mendapat jawaban. Ketika dicari di kamar pembantu, juga tidak ditemukan.

Saat itu, Nita melihat ada tampar atau tali warna biru di ruangan kosong sebelah kamar pembantu yang dalam keadaan ruangan terkunci. Selanjutnya dia menggedor pintu ruangan dan kembali berteriak-teriak memanggil bapaknya. Karena tetap tidak mendapat jawaban, akhirnya dia minta tolong Kusdi (47) untuk membuka ruang kosong tersebut.

Kemudian pintu ruangan dibuka paksa oleh Kusdi dengan menggunakan linggis. Saat itu Kusdi dan Nita melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi gantung diri menggunakan tali warna biru dengan lidah menjulur, leher lecet bekas jeratan tali.

Akhirnya kejadian ini dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Berbek. Mendapat laporan, petugas Polsek Berbek besama tim InafisPolres Nganjuk dan petugas medis setempat mendatangi lokasi kejadian, untuk melakukan olah TKP, identifikasi dan pemeriksaan.

Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan dan korban meninggal murni karena gantung diri. “Menurut keterangan keluarga, korban beberapa hari mengeluh sakit kepala. Diduga karena tak tahan sakit kepala ini korban memilih mengakhiri hidupnya,” kata AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk saat dikonfirmasi.

Editor : Muji Hartono