Tak Sekadar Pengamanan, Wujudkan Sinergi Umat Beragama

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Polresta Kediri melaksanakan persiapan operasi bersandi Lilin Semeru 2019, di halaman Mapolresta Kediri, Kamis (19/12) pagi. Dalam kegiatan ini, tidak hanya melaksanakan apel dan penyematan tanda tugas, namun juga pemeriksaan kendaraan serta pemusnahan barang bukti tindak pidana.

Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana mengatakan, menjelang pelaksanaan ibadah Natal dan tahun baru (Nataru), proses pengamanan ini tidak hanya dari petugas kepolisian maupun TNI. “Kami mengerahkan 368 personel dari TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan potensi masyarakat lainnya,” jelasnya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menciptakan situasi yang kondusif, lanjutnya, akan didirikan pos pengamanan di delapan titik yang dianggap rawan. Dari delapan pos pengaman ini, juga sebagai pos pelayanan sehingga jika ada masyarakat Kota Kediri maupun dari luar daerah dapat terlayani dengan baik.

Operasi bersandi Lilin Semeru 2019 ini dilaksanakan selama sejauh hari terhitjng mulai tanggal 23 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020 pukul 24.00 WIB. “Untuk pengamanan, kami lakukan tindakan preemtif dan tindakan preventif. Kami juga tingkatkan sinergi baik antar instansi terkait maupun masyarakat, dan kami juga memperoleh bantuan dari tokoh agama (toga) maupun tokoh masyarakat (tomas),” ucapnya.

Menurut AKBP Miko, dukungan dari toga, tomas, dan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Kota Kediri, sebagai wujud toleransi serta sinergi antar umat beragama. Hubungan yang harmonis diharapkan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman baik masyarakat yang melaksanakan ibadah maupun seluruh masyarakat Kota Kediri.

AKBP Miko mengatakan, ada 38 tempat ibadah yang saat ini sudah dilakukan pengamanan. “Sudah kami lakukan sterilisasi, sudah ada personel baik dari TNI-Polri dan jajaran samping untuk melakukan pengamanan di tempat ibadah. Tentunya, kami berharap masyarakat juga turut aktif menjaga keamanan di lingkungan sekitarnya,” katanya.

Sementara itu, AKBP Miko juga menjelaskan mengenai pemusnahan barang bukti tindak pidana yaitu ribuan botol berisi minuman keras (miras) dan ribuan pil dobel L. Miras botolan yang dimusnahkan tercatat ada 2.497 botol, terdiri dari 331 botol merek kuntul, 2.000 arak jowo (arjo), 28 bir guinnes, 83 bir bintang, dan 55 botol godaan serta 3 jeriken berisi arjo.

2.497 miras botolan ini dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat. Sementara untuk pil dobel L, tercatat sebanyak 10.000 butir yang dimusnahkan dengan car dibakar. “Ini merupakan hasil selama dua minggu operasi penyakit masyarakat (pekat) yang bersamaan dengan operasi Aman Semeru 2019. Untuk peredaran narkotika di wilayah Kediri ini berbanding lurus dengan transaksi di sekitarnya, karena Kediri sering dilalui,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu