Tak Pakai Masker, Puluhan Warga di Madiun Kena Sanksi Sosial dan Denda

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Sebanyak 43 warga yang melanggar protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Madiun diberikan sanksi kerja sosial dan administrasi. Salah satunya bahkan adalah seorang Kepala Desa dari Kabupaten Ngawi.

Mereka terjaring operasi yustisi  digelar Tim Satgas Penegak Hukum Kabupaten Madiun terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP serta Dinas Perhubungan, di sekitar Taman Kota Caruban Asti, Senin (14/9).

“Hingga berakhirnya operasi yustisi terjaring 43 pelanggar, rincian  41 pelanggar dikenakan sanksi sosial dan 2 orang membayar denda. Satu diantara mereka adalah salah seorang kepala desa,” kata Wakapolres Madiun, Kompol Faisol Amir.

Dikatakan, operasi penegakan disiplin protokol Covid-19 ini menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020, Perda Gubernur Jatim dan Peraturan Bupati Madiun Nomor 39 Tahun 2020.

Baca Juga: Di Kediri, Tak Pakai Masker Belum Didenda

“Masyarakat yang tidak menggunakan masker diberikan sanksi yang beraneka ragam sesuai dengan klasifikasi kesalahan,” ungkapnya.

Apabila terdapat unsur kesengajaan atau tidak membawa masker tim satgas akan langsung kenakan denda dimana denda tersebut berupa uang sebesar Rp 100.000 per orang yang akan dimasukkan ke kas daerah.

Baca Juga: Forkopimda Kota Malang Perketat Disiplin Bermasker

Apabila membawa namun tidak dipakai dikenakan sanksi melakukan pembersihan area sekitar. “Semua masyarakat entah TNI, Polri maupun pegawai negeri sipil akan kita berlakukan karena yang terjaring dalam operasi ini kita akan amankan,” ujarnya.

Diketahui, sesuai data Pemkab Madiun, per Senin (14/9), tercatat ada 95 orang terkonfirmasi positif covid-19.

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya