Tak Pakai Masker, Jangan Harap Bisa Masuk Kantor Satlantas Polres Nganjuk

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat diberlakukan oleh Polres Nganjuk, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal itu bisa dilihat di ruang Satpas SIM Satlantas Polres Nganjuk Jalan Barito Kelurahan Begadung Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Para pemohon SIM semenjak masuk kantor Satlantas Polres Nganjuk, wajib mengenakan masker, dan bagi yang tidak bermasker, jangan harap bisa masuk. Mereka juga diwajibkan mencuci tangan dengan air mengalir dulu, baru diperiksa suhu tubuh. Selanjutnya mereka mengantre untuk mendapatkan pelayanan.

“Saat mengantre, tempat duduk kita atur jaraknya. Kami kampanyekan 3M untuk memutus peredaran virus Corona, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, dan menjaga jarak,” ujar AKP Marita Dyah Anggraeni Kasat Lantas Polres Nganjuk, Jumat (16/10).

Baca Juga: Kejari Terapkan Protokol Kesehatan di Setiap Kegiatan

Setiap harinya, kata Marita, sedikitnya ada 200 pemohon yang mengurus SIM, dari pemohon baru maupun perpanjangan. Tak pelak, akan menimbulkan kerumunan orang jika tidak diatur. Maka dari itu ditetapkanlah protokol kesehatan.

“Kepada pemohon SIM, saya selalu menyarankan agar tetap memperhatikan prokes dengan 3 M di mana pun berada. Bagi yang tidak bermasker jangan harap bisa masuk kantor Satlantas Polres Nganjuk,” tegasnya.

Baca Juga: Tinjau Tes CPNS, Sekda Kab Kediri Ingatkan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Di masa pandemi ini, selain menelorkan program ‘Pengemudi Tangguh’, lanjutnya, Satlantas Polres Nganjuk juga membagikan masker, serta hand sanitizer gratis kepada pengemudi angkutan umum, dan pengemudi ojek online maupun ojek pangkalan secara gratis. “Kami juga berikan sembako kepada pengemudi becak,” tutur Marita.

Marita berharap, langkah yang dilakukannya ini agar Covid-19 segera enyah dari Kabupaten Nganjuk khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Untuk itu dia berpesan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. “Disiplin adalah vaksin,” tutupnya.

Editor: Muji Hartono