Tak Kuat Menahan Beban Hidup

Share this :

4 Kali Coba Gantung Diri

Trenggalek, koranmemo.com – Diduga stres Parjan (44) warga RT 58 RW 13 Dusun Premban Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek ditemukan warga dalam keadaan sudah tak bernyawa. Dia nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pekarangan rumahnya dengan menggunakan selembar kain jarik warna kuning, Senin (24/10) sekira pukul 06.30 Wib. Dugaan kuat motif yang dilakukannya karena tak kuat menahan beban hidup , karena selain tak ada pekerjaan , pria yang sudah menikahkan anaknya ini diduga sedang mengalami sakit.

Korban pertama kali ditemukan Yudi (28) dan Suro (38) warga setempat. Selanjutnya segera memberitahu keluarganya. Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban keluar dari rumah sekitar pukul 03.30 Wib, kemudian pihak keluarga memberitahukan ke tetangga.

Keluarga curiga bahwa, Parjan tidak seperti biasanya sudah keluar dari rumah saat jam itu. Tetap kecurigaan muncul ketika pintu rumahnya ditutup dengan palang yang telah terpaku.

Sehingga keluarga bersama warga mencari korban dan akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 06.30 wib dalam keadaan gantung diri. Kemudian warga melaporkan kejadian ini ke pihak Polsek Dongko.

Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasetya, SIK, M. Hum melalui Kapolsek Dongko AKP Tri Basuki ,SH saat dikonfirmasi membenarkan, korban ditemukan warga sudah tewas menggatung di sebuah pohon memakai kain jarik sepanjang dua meter. Lokasi kejadian berada di pekarangan korban.

‘’Benar korban diduga sters, setelah menerima laporan jajaran Polsek Dongko bersama dokter puskesmas Dongko langsung mendatangi lokasi. Kemudian langsung melakukan olah TKP dan memasang garis Polisi, ungkap Kapolsek Dongko.

Dijelaskan Tri Basuki, aksi nekatnya itu sudah sering kali dilakukan korban dan terhitung sudah empat kali percobaan bunuh diri. Namun kali ini berhasil dan ditemukan sudah menggantung di pohon dekat pekarangan rumahnya.

Dijelaskan Tri Basuki, dia sebelum bunuh diri, terlebih dahulu mengunci pintu rumahnya dari luar sehingga keluarga tidak bisa keluar rumah. Dari hasil aksi nekatnya korban meninggal dunia dengan kondisi sangat mengenaskan.

Dari lokasi kejadian petugas mengamankan barang bukti berupa kain jarik panjang kain sekitar 2 meter yang diikatkan pada pohon Ketela karet dengan posisi di tebing yang masuk pekarangan rumah dengan ketinggian tebing sekitar 2 meter.

“Setelah dilakukan evakuasi petugas bersama tim medis tidak ada tanda-tanda penganiayaan, saat dievakuasi mayat korban didapati pada kemaluan mengeluarkan air mani dan dubur mengeluarkan kotoran. Korban meninggal dunia murni bunuh diri,” ungkap Kapolsek Dongko.(pb/haz)

Follow Untuk Berita Up to Date