Tak Kapok Berlatih Meski Cedera

Share this :

Kediri, Koran Memo – Setiap sore di arena skate board kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) bisa ditemui belasan remaja berlatih olahraga penuh tantangan itu. Selama musim liburan dua pekan,hampir setiap pagi ada saja komunitas skate board yang berlatih untuk menambah keahlian di lapangan sisi barat SLG itu.

Fariz bersama kelompoknya saat berlatih di arena skate board SLG (bakti/memo)
Fariz bersama kelompoknya saat berlatih di arena skate board SLG (bakti/memo)

Dalam olahraga skate board, papan seluncur ini terbuat dari kayu atau fiberglas sepanjang 50 cm lebar 15 cm dan di bawah papan ada empat roda. Dibutuhkan sikap tubuh yang seimbang dalam olahraga ini agar tidak mudah tumbang.Karena olahraga ini termasuk olahraga ekstrem yang beresiko tinggi maka jika berlatih harus memiliki stamina tubuh yang prima karena energi yang terkuras cukup banyak.

Seperti yang dilakukan Fariz (20) warga Kediri yang tergabung dalam Komunitas Skate Board Kediri. Pria berkacamata ini bersama sepuluh temanya melatih keahlian di papan seluncur ini lebih sering untuk mengasah keterampilan lebih dalam. Memang tidak mudah untuk berlatih papan berseluncur ini dengan papan rintangan dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Memang harus sabar dan tekun berlatih karenanya kami mengajak teman-teman ini untuk berlatih serius dan tidak main-main. Kalau sekadar bermain-main dan tidak mematuhi apa yang disarankan senior bisa-bisa fatal akibatnya. Bisa cedera engkel,bahu,dagu, dan tangan. Sebelum berlatih kami melakukan pemanasan dengan lari kecil dan olah tubuh dulu minimal 20 menit,” katanya.

Soal terjungkal dan mengalami cedera engkel pernah dialami Fariz. Untuk pemula biasanya terlebih dulu mengamati aktivitas yang dilakukan oleh anggota yang lebih senior.Selanjutnya dibimbing di papan skate board di lokasi jalan biasa dan di SLG dinilai lebih pas. Karena lokasi di SLG lebih aman dan jalanya lebar.Terlebih dekat dengan arena bermain seluncur yang dinilai memadai meski lokasinya outdoor. “Untuk bisa sempurna bermain skate board ini masing-masing orang berbeda. Ada yang baru dua bulan sudah mahir dan ada hingga enam bulan. Sedangkan untuk kejuaraan tingkat Jawa Timur di Malang,Surabaya, dan Sidoarjo sering kami ikuti dan pernah merebut juara.Adanya lokasi berlatih skate board ini juga menunjang kemampuan kami semakin mahir berlatih,” katanya.

Selanjutnya Fariz bersama temannya memulai lagi latihan dan berlompat dan meluncur di lokasi latihan yang luasnya 30 meter X 20 meter ini. Tak jarang mereka terjungkal dan terjatuh dari papan setelah gagal di tumpuan papan seluncur. Meski begitu mereka bangun lagi dan berlatih bersama temanya.Terkadang kaki dan tangan tergores, tapi teman lainya segera menolong dan mengobati dengan obat merah yang dibawanya.(bak)