Tak Dapat Izin dari Polri, Ketua PSSI Tunda Liga 1 dan 2

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Setelah Polri melalui Kepala Divisi Humas menyampaikan tidak akan mengeluarkan izin keramaian mempertimbangkan kondisi Covid-19 di Indonesia, Ketua PSSI Mochamad Irawan memberikan keterangan resmi melalui video konferensi di kanal Youtube Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Selasa (29/9). Dalam keterangan tersebut, Irawan menghormati keputusan Polri dengan menunda pelaksanaan kompetisi.

Ketua PSSI menjelaskan, masalah kompetisi yang tadinya dimulai 1 Oktober itu lanjutan Liga 1 dan Liga 2 dengan pertandingan pembuka antara PSS Sleman dan Persik Kediri, Kamis (1/10) nanti harus ditunda. “Kami ketahui bersama Mabes Polri melalui Kadiv Humas untuk sementara menunda mengeluarkan izin keramaian, dengan pertimbangan karena Pandemi Covid-19 di Indonesia masih tinggi dan Polri telah mengeluarkan maklumat serta menegaskan tidak mengizinkan kegiatan keramaian di semua tingkatan saat ini,” katanya.

Menanggapi kebijakan pemerintah melalui Polri, Irawan selaku Ketua Federasi Sepakbola Indonesia menghormati kebijakan tersebut. Dia berterima kasih kepada klub peserta Liga 1 dan Liga 2 yang telah mempersiapkan diri sebelum Kompetisi Luar Biasa kembali digulirkan.

“Tentunya kami federasi menyikapi hal ini, PSSI menghormati dan memahami keputusan yang belum mengizinkan atau menunda kompetisi liga 1 dan 2 untuk diputar. Tentunya pertimbangan keamanan, keselamatan, dan kemanusiaan itu paling utama. PSSI juga mengapresiasi juga klub telah bersemangat berkorban dan mempersiapkan timnya demi kelanjutan kompetisi. Apa lagi kami tahu banyak tim luar pulau yang sudah berada di Pulau Jawa baik itu di Yogyakarta dan Malang,” imbuhnya.

Kendati demikian PSSI optimis jika pada waktu yang tepat nanti kompetisi profesional bisa kembali digulirkan dan dia berharap Covid-19 segera berakhir. “Namun PSSI Optimis lanjutan Liga 1 dan Liga 2 insyaallah pada waktu yang tepat akan digulirkan kembali. Kami optimis nanti Covid-19 akan menurun sehingga kami berharap demikian. Untuk itu klub, tim, pemain, dan perangkat pertandingan untuk tetap semangat. Kita ikuti dan hormati apa yang sudah digariskan oleh pemerintah yakni Kepolisian. Kami berdoa agar Covid-19 segera berakhir,” harap Irawan.

Dengan ditundanya kembali kompetisi ini, Bule sapaan akrabnya menyadari ini akan merugikan bagi klub-klub peserta yang sudah siap bertanding. Namun demi kepentingan kemanusiaan PSSI harus menghormati kebijakan pemerintah. “Kami tahu akibat dari penundaan kompetisi ini akan berdampak cukup luas, baik pada pelatih, perangkat pertandingan, pemain dan seluruh ekosistem sepakbola. Karena kondisi ini betul-betul alasan kemanusiaan dikedepankan,” tutupnya.

Lebih lanjut Ketua PSSI berharap pada November nanti Liga bisa segera bergulir agar pada Maret 2021 nanti bisa segera diselesaikan. Karena jika Desember baru akan dimulai akan mengganggu agenda persepakbolaan karena April 2021 kalender sudah menunjukkan bulan Ramadan. Seperti diketahui, Mei 2021 nanti Piala Dunia U-20 juga akan dilaksanakan di Indonesia.

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Achmad Saichu