Tahun Ajaran Baru, Pedagang Seragam Sekolah di Tulungagung Dibuat Gigit Jari 

Share this :

Tulungagung,  Koranmemo.com – Sejumlah pedagang seragam sekolah di Tulungagung mengaku resah dengan perpanjangan kegiatan belajar mengajar (KBM) via daring di masa pandemi. Mereka menilai kondisi ini akan mengancam bahkan mematikan keberlangsungan usaha mereka. Pasalnya tak ada lagi geliat pembelian seragam sekolah meskipun saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru.

Kondisi ini salah satunya dirasakan oleh salah satu penjual seragam sekolah di Jalan Basuki Rahmad Tulungagung, Ade Mas’ud. Ia mengaku mengalami penurunan omzet cukup drastis. “Penjualan seragam sekolah di masa  pandemi ini berkurang sangat jauh kurang lebih sekitar 70 persen per hari, kalau hari normal lebih dari itu,” ujarnya.

Berkaca pada tahun sebelumnya saat memasuki tahun ajaran baru, kata Ade, tokonya ramai dibanjiri pembeli. Namun kondisi saat ini berbeda pasca pemerintah memutuskan untuk menyelenggarakan KBM via daring. Mereka semakin dibuat gigit jari pasca pemerintah memperpanjang KBM virtual pada tahun ajaran baru. “Kalau anak sekolah belajar lewat daring, mana mungkin dia memakai seragam saat belajar di rumah,” kata dia.

Untuk mengatasi penjualan seragam yang turun, Ade bersama karyawannya mengaku mengubah jualannya. Dari yang semula jualan seragam sekarang menjadi jualan masker dan pelindung wajah. “Saya langsung ganti profesi, sekarang jualan masker dan pelindung wajah untuk bertahan hidup di masa covid sekarang,” pungkasnya.

Beberapa pedagang lain juga mengaku merasakan dampak turunnya omzet penjualan seragam. Mereka berharap segera bisa normal seperti sedia kala. “Semoga kedepannya, ada peningkatan penjualan ketika anak sekolah mulai masuk lagi,” kata salah seorang pedagang yang tidak mau disebut namanya.

Reporter    : Cahyo Syamhuda

Editor         :  Achmad Saichu