Tahun 2020, DPMD Lamongan Klaim Tidak Ada Desa Tertinggal

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Pada tahun 2019 lalu, berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPD-DPMD) Kabupaten Lamongan menunjukkan bahwa masih ada 42 desa dalam kategori desa tertinggal dari jumlah total keseluruhan sebanyak 462 desa.

Namun, di tahun 2020 telah terjadi peningkatan yang signifikan. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lamongan, Khusnul Yaqin, S. Si melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Kelembagaan Masyarakat Desa, Ismaun, S.H.,M.M

“Jika sebelumnya di tahun 2019 ada 42 desa dengan kategori tertinggal, 328 desa dengan kategori berkembang, 81 desa dengan kategori maju, dan 11 desa dengan kategori mandiri. Di tahun 2020 hampir semua desa mengalami kenaikan kategori berdasarkan hasil evaluasi data indeks desa membangun (IDM),” jelasnya, kemarin.

Dikatakan, menurut data IDM tersebut terdapat Desa dalam kategori tertinggal pada tahun 2019 yang berjumlah 42 desa dan kini semuanya telah menjadi desa dengan kategori berkembang, sehingga di wilayah Kabupaten Lamongan sudah tidak ada lagi desa dengan kategori desa tertinggal.

Bukan tanpa alasan, dalam menentukan kategori desa berkembang tersebut, tambah Ismaun, tentunya ada 3 indikator yang perlu diperhatikan saat melakukan evaluasi data indeks desa membangun (IDM). Diantaranya aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan.

Dengan menggunakan 3 indikator tersebut, lanjut Ismaoen, pada tahun 2020 desa kategori berkembang mengalami kenaikan sebanyak 70,13 persen, desa kategori maju sebanyak 26,41 persen, dan desa mandiri sebanyak 3,46 persen. Sehingga saat ini desa dengan kategori berkembang berjumlah 324 desa, desa dengan kategori maju berjumlah 122 desa, dan desa dengan kategori mandiri berjumlah 16 desa.

Ismaoen juga menegaskan bahwa hasil baik tersebut berkat kerja sama terpadu dari berbagai elemen masyarakat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan. “Hal tersebut merupakan hasil kita bersama, kerjasama berbagai elemen masyarakat dengan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan dengan baik sehingga menciptakan hasil yang baik pula,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakannya bahwa kedepan pihaknya akan berupaya untuk tetap konsisten menemukan strategi hingga dapat mensejahterakan masyarakat desa khususnya Lamongan. “Kedepan kita akan menindaklanjuti setiap kekurangan yang menyebabkan sebuah desa sulit untuk bergerak maju melalui kerja sama dengan OPD terkait, hal ini diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

Reporter Fariz Fahyu
Editor Achmad Saichu