Tahun 2018, Angka Kekerasan Pada Anak Menurun

Kediri, koranmemo.com — Angka kasus kekerasan pada anak di Kota Kediri, mengalami penurunan di tahun 2018. Pengaduan kasus pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, sebanyak 45 kasus. Sedangkan pada tahun 2017, setidaknya ada 70 kasus kekerasan terhadap anak.

Kabid Perlindungan Anak DP3AP2KB Kota Kediri, Mutakalim mengatakan, pada tahun 2017 jumlah kasus kekerasan dinilai tinggi, namun ini bukan perkara baru. Dengan adanya tempat aduan serta komunikasi yang mudah, korban kekerasan ini mulai berani melaporkan ke petugas DP3AP2KB. Dan ditambah dengan adanya satuan tugas (satgas) perlindungan perempuan dan anak (PPA).

“Bukan berarti pada tahun 2017 angka kekerasan di Kota Kediri ini tinggi, namun karena kemudahan akses komunkasi sehingga kasus yang dilaporkan ke kami (petugas bidang PA) bertambah. Ditambah lagi, di tingkat kelurahan juga ada petugas Satgas PPA sehingga korban kasus kekerasan lebih mudah melapor,” jelasnya, Selasa (26/2).

Dari data yang diperoleh Koranmemo.com, pada tahun 2017 ada 36 kasus kekerasan seksual, 17 kasus kekerasan fisik, 15 kasus penelantaran, dan terakhir 2 kasus kekerasan psikologis 2. Jika dillihat, memang kasus ini dinilai tinggi, jika dibandingkan dengan jumlah kasus tahun 2016 yang hanya 40 kasus dan jumlah kasus tahun 2018 ada 45 kasus.

Menurut Mutakalim, dengan adanya Satgas PPA, tindak kekerasan sekecil apapun bisa dicegah dan tidak menimbulkan trauma kepada anak. Dan diharapkan, tidak ada kekerasan yang terjadi kepada anak, baik di lingkungan sekolah, lingkungan tempat tinggal, dan di jalanan sehingga situasi di Kota Kediri lebih kondusif.

Pada tahun 2018, petugas PA mendapat laporan 10 kasus kekerasan fisik, 18 kasus kekerasan seksual, dan 1 kasus kekerasan psikis yang dilakukan oleh pihak luar. Pihak luar ini, bisa dilakukan oleh teman, tetangga, bahkan orang lain yang tidak dikenal. Dikhawatirkan, korban kekerasan ini akan berdampak saat menginjak usai remaja hingga dewasa.

Selain itu, pada tahun 2018, angka kekerasan pada anak yang terjadi di ruang lingkup keluarga ada 15 kasus. Sembilan kasus adalah kekerasan fisik, empat kasus kekerasan psikis, dan dua kasus penelantaran anak. “Ini yang sering terjadi di keluarga, dan lagi – lagi dipicu oleh faktor ekonomi keluarga. Terkadang, kepala keluarga atau ibu rumah tangga, mereka sering bertengkar sehingga anak menjadi sasaran,” sahutnya.

Mutakalim menuturkan, kasus kekerasan anak ini tidak hanya terjadi kepada anak perempuan, tetapi anak laki – laki pun menjadi korban. Usia anak mulai balita hingga 18 tahun, masih masuk dalam kategori anak. Mereka masih perlu perhatian dan kasih sayang dari orang tua, jangan sampai masalah yang kecil berimbas pada tumbuh kembang anak.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :   Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date