Swab Massal Klaster Temboro, Cegah Ledakan Pasien Positif Covid-19 di Ponorogo

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memberikan perhatian serius terhadap santri Temboro Magetan. Hal ini terbukti, dengan dilakukanya tes swab masal terhadap puluhan santri yang telah mudik ke Ponorogo sejak pertengahan April lalu.

Dari data di RSUD dr Harjono Ponorogo, tercatat ada 90 santri Ponpes Al-Fatah yang menjalani tes swab massal di 5 rumah sakit yang ditunjuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim. 14 diantaranya melakukan tes swab di RSUD dr Harjono Ponorogo.Direktur RSUD dr Harjono dr Made Jeren mengungkapkan, tes massal ini selain tindak lanjut dari 3 santri Temboro yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya, juga akibat adanya pemberitahuan dari Dinkes Jatim banyaknya kasus santri Temboro yang hasil swabnya positif, padahal hasil rapid tesnya negatif (nonreaktif, red).

” Menurut informasi cukup banyak kasus yang rapid tesnya negatif, swabnya positif, kemudian beberapa kasus dari santri Temboro itu sudah ada yang positif,” ungkapnya, Sabtu (9/5).

Ditambahkan, berangkat dari hal ini Dinkes Provinsi meminta Dinkes Kabupaten/Kota di Jatim untuk melakukan tes swab masal kepada seluruh santri Temboro, walau rapid tes sebelumnya negatif.” Jadi semua pasien apapun hasil rapid tesnya yang terkait klaster temboro ini coba ditindak lanjutkan melakukan swab,” tambahnya.

Lebih jauh, Made tidak berharap terjadi ledakan  pasien positif dari klaster ini. Namun bila ada penambahan pasien positif, pihaknya telah menyiapkan 24 ruang isolasi baru di RSUD untuk menampung pasien positif.” Ya mudah- mudahan tidak ada tambahan kasus. Tapi kalau memang ada kita sudah siapkan 24 tambahan,” ujarnya.

Senada dengan Made, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni juga mengaku telah menyiapkan seluruh fasilitas kesehatan di Ponorogo untuk menampung pasien positif bila terjadi ledakan dari kalster ini. Diantaranya dua fasilitas rumah sakit rujukan yakni RSUD dr Harjono dan RSU Aisiyah untuk mengisolasi pasien.

Pun dengan rencana mengirimkan pasien positif ke RSUD dr Soedono Madiun dan Surabaya. Kendati demikian ia tetap berharap tidak ada penambahan pasien positif dari klaster ini.” Ya kita sejak awal kan sudah mempersiapkan fasilitas perawatan. Kalo kurang ya kita rujuk ke tempat lain. Tapi semoga tidak ada yang positif hasil swabnya,” akunya, Minggu (10/5)

Disisi lain, Bupati Ipong memberikan kabar gembira dari 7 pasien positif Covid-19 yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Satu pasien positif dari klaster Jakarta akhirnya dinyatakan sembuh. Ini setelah hasil Swab Litbangkes ke dua warga Desa Ringinputih Kecamatan Sampung ini negatif. Dengan sembuhnya pasien 09 ini, kini tinggal 6 pasien positif yang masih menjalani perwatan di RSUD dr Harjono. Mereka yakni 3 pasien klaster Sukolilo dan 3 pasien klaster Temboro.

“Alhamdulillah. pasien No 9 (saya menyebutnya klaster Jakarta) sudah sembuh. Berarti sudah 6 orang yang sembuh. 6 orang lagi semoga segera menyusul,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu