Survei Situs Sumberbeji Usai, Perlu Rambu Batasan Wewenang Pengelolaan

Jombang, koranmemo.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Budi Nugroho berharap agenda audiensi dengan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur dengan pemerintah setempat, Rabu (7/8) nanti, berkaitan dengan selesainya survei penyelamatan situs Sumberbeji Dusun Sumberbeji Desa Kesamben Kecamatan Ngoro oleh tim BPCB, agar semakin memperjelas rambu batasan kewenangan pengelolaan.

“Harapannya bisa memperjelas wewenang kami sejauh mana pengelolaan. Jadi yang penting ada perangkat lunak misalnya Perda (peraturan daerah) atau Perbup (peraturan bupati), itu bisa lebih jelas batasan pengelolaan,”kata Budi kepada wartawan, Senin (5/8) pagi.

Disamping itu menurut Budi, adanya acuan aturan juga akan memperjelas penanganan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran. “Ya pasti kalau di Jombang itu aset milik Jombang. Tapi kalau ada Perda atau Perbup misalnya, akan lebih jelas. Karena kalau berkaitan anggaran, tidak mungkin dilakukan tanpa ada landasan aturannya,” sambungnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, M. Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot, mendukung adanya upaya pelestarian terhadap benda cagar budaya yang ditemukan di Kabupaten Jombang.

Sebab menurutnya, merupakan bagian sejarah yang harus dipelajari oleh generasi muda ke depan. Sehingga pihaknya berharap ada kepedulian yang lebih dari Pemerintah Kabupaten Jombang terhadap pelestarian budaya dan sejarah Jombang.

“Saya berharap, pemerintah (Kabupaten Jombang, red) ) itu mengalokasikan, kalau memang ada anggaran yang bisa dialokasikan,” tutup Gus Sentot.

Untuk diketahui, pihak BPCB telah menyelesaikan survei penyelamatan situs Sumberbeji Dusun Sumberbeji Desa Kesamben Kecamatan Ngoro, Sabtu (3/8) lalu. Ke depan, pihak BPCB akan melakukan audiensi dengan Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, serta pihak terkait lainnya, untuk membicarakan kelanjutan penanganan di situs tersebut.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu