Surabaya dan Sidoarjo Dilanda Badai

Puluhan Pohon serta Papan Reklame Tumbang

Surabaya, koranmemo.com – Hujan badai yang terjadi di kawasan Kecamatan Waru Sidoarjo dan Gayungan Surabaya, mengakibatkan sejumlah reklame dan pohon roboh, Selasa (27/12) sekira pukul 15.15 Wib. Bahkan, pohon yang roboh di depan terminal Bungurasih menimpa mobil yang sedang mengantarkan saudaranya. Beruntung jatuhnya pohon jenis Sono dengan diameter kuranglebih 150 centimeter atau sebesar pelukan orang dewasa tidak sampai membawa korban jiwa.

Pantauan Koran Memo disejumlah tempat seperti Bundaran Waru, reklame roboh dan sejumlah pohon tumbang. Sedangkan di kawasan Gayungan Surabaya pohon banyak yang tumbang serta menara Masjid Agung Surabaya mengalami kemiringan . Hujan badai itu angin yang berhembus diperkirakan kecepatan antara 80km/jam sampai 90km/jam.

f-badai-2Pemilik mobil Toyota Yaris nopol L 1542 FQ, yang nahas tertimpa pohon , Samsul Murtoyo, warga Prambon, Sidoarjo mengatakan mengaku kaget ketika sebuah pohon besar jatuh tidak jauh dari warung kaki lima tempat dia berteduh. Yang lebih kaget lagi pohon tersebut menimpa mobil kesayangan.

” Saya waktu itu sedang berteduh di warung saat hujan angin hingga tidak lama pohon tumbang,”terangnya.

Beruntung, masih kata Samsul, pohon tersebut menimpa mobilnya hingga sebabkan kaca depan dan kap mesin rusak.

“Coba kalau miring sedikit pohon itu bisa mengenai kami ,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Sidoarjo Aming dikonfirmasi terkait kejadian hujan badai yang menyebabkan banyak pohon roboh setelah , belum mau berkomentar . Dirinya seolah malah memberikan pernyataan yang kurang bisa dipahami sebagai seorang pemangku jabatan di wilayah ini.

“Ini musibah mas bagaimana lagi, meski pohon tua tapi kalau tidak ada hujan badai ya aman-aman saja. Ini semua karena hujan badai,” ucapnya enteng .

Arief, operator Badan Meteorologi , Klimatologi dan Geofisika Juanda Surabaya membenarkan jika Surabaya dan Sidoarjo saat ini tengah dilanda hujan badai yang diakibatkan terbentuknya gumpalan awan columnimbus yang diprediksi masih akan terjadi untuk beberapa hari kedepan.

“Diperkirakan tidak hanya dialami Surabaya dan Sidoarjo saja, melainkan beberapa wilayah di Jatim pula,”terangnya.

Sementara itu diketahui banyak pohon yang sudah berumur serta dalam kondisi yang kurang sehat di Kabupaten Sidoarjo tidak mengalami penanganan secara khusus. Pemkab melalui dinas terkait seolah membiarkan pohon tersebut tetap tumbuh berdiri dan akhirnya sewaktu badai datang banyak yang tumbang. (ian/mad)

Follow Untuk Berita Up to Date