Sumbangan Investasi di SMP Marak, Dewan Bakal Panggil Kadindik

Ponorogo, koranmemo.com – Terkuaknya, pungutan sumbangan dana investasi kepada wali murid yang dilakukan oleh SMPN 5 dan 6 Ponorogo, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo berang.

Bahkan, kalangan legislatif ini mengancam bakal memanggil Kepala Dinas Pendidikan (kadindik) Tutut Herlina yang dituding lalai sebagai maraknya pungutan mencapai jutaan rupiah tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Uba’il Islam mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait masalah ini dengan Kadindik. Hal ini untuk mengklarafikisi terkait pungutan yang banyak dikeluhkan wali murid itu. Ia juga menuding pungutan sumbangan Investasi yang dilakukan SMPN 5 dan 6 janggal, lantaran dilakukan di pertengahan tahun ajaran.

”Kita klarafikasi dulu ke dinas. Apakah sudah dilaporkan ke dinas dan disahkan. Apalagi ini janggal kenapa ditarik di pertangahan tahun ajaran,” ujar Ketua Komisi Bidang Pendidikan ini.

Uba’il mengungkapkan, pihaknya meminta kepada wali murid yang keberatan dengan pungutan dana sumbangan investasi di dua sekolah unggulan di Kota Reog itu, untuk segera melaporkan ke Komisi D, langkah ini untuk mempercepat proses evaluasi kinerja Dinas Pendidikan serta dua lembaga di bawah naungan Dindik tersebut.” Bagi wali murid yang keberatan dan ingin melapor silahkan melapor ke Komisi D, akan kami akomudir. Tetunya nanti ada evaluasi baik Dindik maupun dua sekolah ini,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, sejumlah wali murid SMPN 5 dan 6 resah, dengan maraknya pungutan sumbangan Investasi yang mencapai Rp 1.350.000 per siswa. Selain tanpa musyawarah terlebih dahulu dengan wali murid untuk menetukan besaran dana berdasar pada asas kesanggupan wali murid. Sumbangan ini dituding janggal lantaran dilakukan di pertengahan tahun ajaran.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.