Sulaiman “Bedjo” Al Raes, Jemaah Haji Termuda Kota Kediri

Share this :

Kediri, Koranmemo.com – Di antara 363 jemaah haji Kota Kediri, ada seorang pemuda yang masih belia dan ikut berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima pada 28 Juli 2017 mendatang. Pemuda itu bernama Sulaiman Al Raes. Mahasiswa semester 3 Fakultas Teknik jurusan Sipil Universitas Brawijaya Malang tersebut menjadi haji termuda dengan usia 19 tahun.

Bedjo, begitu kedua orangtuanya memanggil Sulaiman yang baru menginjak usia 19 tahun  pada bulan Agustus mendatang. Entah darimana, Ahmad Ridwan dan Enni Suliastik kedua orangtua Sulaiman memilih memanggil putranya Bedjo, dibanding nama depannya Sulaiman ataupun  Raes. Yang jelas, menurut Ridwan memanggil nama tersebut karena ingin putra semata wayangnya itu beruntung di dunia maupun di akhirat. “Kalau kita manggilnya Bedjo, tidak tahu dulu awalnya apa. Yang jelas kalau Bedjo dalam arti bahasa Indonesia kan beruntung. Kita inginnya dia ini bisa beruntung nantinya,” ucap Ahmad Ridwan.

Ketika reporter koranmemo.com bertandang ke rumahnya, Rabu (19/7) di Perum Podomoro B 3-4 Kelurahan Sukorame Kota Kediri, Sulaiman masih keluar membeli sejumlah perlengkapan yang akan dia bawa ke Mekkah. Selain Sulaiman, Ridwan dan Enni juga akan berangkat menunaikan ibadah haji. Ridwan mengatakan, pendaftaran berangkat haji itu dia lakukan pada tahun 2011. Setelah 7 tahun menunggu mereka baru akan berangkat. Pada saat itu, Sulaiman yang berusia 11 tahun dan masih duduk di kelas 5 sekolah dasar (SD) ikut didaftarkan.

Sulaiman sendiri mengaku sempat mengalami perasaan yang campur aduk ketika tahu diajak orang tuanya pergi haji. Dia merasa senang karena memang punya keinginan naik haji, tapi tidak menyangka bakal terwujud secepat itu.  “Pertama dikasih tahu ya bingung, campur aduk antara grogi, kaget, dan senang juga. Karena dari dulu pengen sekali bisa beribadah di Mekkah,” ujarnya.

Jalan Sulaiman naik haji terbilang lancar. Ini lantaran keberangkatan haji pada tahun 2017 bertepatan dengan musim libur di kampusnya. “Alhamdulillah bertepatan dengan musim libur, jadi tidak mengganggu kuliah bisa fokus beribadah saja. Karena masuk kuliahnya mulai tanggal 28 Agustus nanti, kemungkinan hanya tidak bisa ikut kuliah 10 hari saja,” katanya.

Untuk mengantisipasi 10 hari tidak masuk kuliah itu, Sulaiman mengaku sudah meminta surat keterangan dari Kankemenag Kota Kediri untuk diajukan sebagai surat izin di kampusnya. “Sudah saya berikan ke kampus. Alhamdulillah sudah selesai semua, ini tinggal mempersiapkan mental saja untuk berangkat ibadah haji ke Mekkah,” lanjutnya.

Seperti diketahui, rombongan Jemaah haji Kota Kediri sebanyak 363 orang akan berngkat pada Jumat (28/7). Mereka akan dilepas dari Aula Muktamar Lirboyo Kota Kediri pada pukul 14.00 WIB menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. CJH dari Kota Kediri sendiri akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 bersama CJH dari Kota Surabaya.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.