Sukur Zainal Abidin, Penemu Dyank Box Alat Pemusnah Sampah Yang Efektif

Share this :

Kediri, Koran Memo – Selama ini banyak yang masih mempermasalahkan pengelolaan sampah. Mulai dari pengumpulan, pemindahan hingga ke tempat pembuangan akhir seolah menjadi problem yang tiada ujungnya. Terlebih untuk pemanfaatan sampah an organik yang selama ini juga masih membingungkan?

Sukur Zainal Abidin penemu alat pengelola sampah menunjukkan dyank box yang merupakan penemuannya (andik/memo)
Sukur Zainal Abidin penemu alat pengelola sampah menunjukkan dyank box yang merupakan penemuannya (andik/memo)

Ujung-ujungnya, masyarakat lebih memilih untuk membuang sampah tanpa mau pusing-pusing memikirkan pemanfaatannya. Untuk sampah organik tentu sudah banyak masyarakat yang mengetahui cara pemanfaatannya. Karena sampah ini bisa membusuk dan kemudian biasa diolah menjadi pupuk.

Kalaupun tidak dimanfaatkan untuk pupuk, sampah jenis organic ini tidak akan begitu merepotkan. Karena bisa membusuk dengan sendirinya dan bisa menyuburkan tanah. Sementara untuk sampah non organik, hanya beberapa yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat awam. Mereka hanya mencari botol plastik atau botol mineral, karena jika dijual akan memiliki nilai ekonomi.

Tetapi beda ceritanya dengan plastik pembungkus makanan, plastik olahan pabrik hingga benda-benda non organic lainnya. Tentunya masyarakat awam akan sangat kesulitan untuk pemanfaatannya. Sampah hanya akan menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa adanya perlakukan khusus. Bahkan yang lebih memprihatinkan banyak masyarakat yang memilih untuk membuang sampah ke sungai, parit atau ke lahan kosong.

Karena itulah, Sukur Zainal Abidin (53) warga Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri melakukan percobaan hingga berhasil menemukan alat pengelola sampah yang sangat efektif. Alat ini oleh pria yang biasa disapa Abid ini diberi nama Dyank Box. Alat ini diklaim bisa memecahkan persoalan seputar sampah yang sampai saat ini menjadi momok yang meresahkan masyarakat. Bahkan sampah yang dikelola dengan cara dibakar dialat ini akan menjadi abu yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.

Sehingga masyarakat tidak akan lagi kesulitan dalam mengolah sampah non organic ataupun sampah organik. Dan yang menjadi keuntungan, karena alat ini selain ramah lingkungan juga praktis untuk diletakkan dimanapun. Mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, pertokoan, pasar, jalanan, industri dan tempat lain.

Penemuan ini diharapkan bisa sekaligus menjawab problem pemerintah yang selama ini kebingungan mengelola sampah. Karena tempat pembuangan sampah membutuhkan lahan  dan biaya yang cukup besar. Jika terlambat dalam pengelolaannya justru tumpukan sampah  bisa mencemari lingkungan dan menjadi sumber berbagai macam penyakit.

Alat ini bisa untuk menghancurkan segala jenis sampah mulai yang kering,basah dan bahkan sangat cocok untuk sampah  medis. Bahan bakar yang digunakan untuk pembakaran, elpigi yang sangat irit dan efisien. Yang juga menguntungkan, karena Dyank Box ini juga dilengkapi dengan filter penyaring asap.

Alat ini terbuat dari bahan stenliss sehingga tahan keropos atau korosi. Daya bakar sampah yang dihasilkan alat ini bisa mencapai 1 meter kubik per jam. Kemudian yang paling patut  diperhitungkan, karena alat ini sangat ramah lingkungan dan hemat tempat.

Abid menjelaskan, dengan penemuan alat ini diharapkan masyarakat bisa lebih cerdas dalam memanfaatkan segala jenis sampah. Sehingga akan terbentuk kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Saya berharap dengan alat ini bisa membantu progam pemerintah dalam mengelola dan memanfaatkan sampah. Jadi semua kalangan masyarakat bisa berpartisipasi sehingga bukan tidak mungkin akan tercapai kemandirian dalam pengelolaan sampah,”pungkasnya.(andik sukaca/koran memo)