Sukses Luar Biasa, Pengusaha UMKM Binaan Pemkab Kediri Jadi Jujukan Studi Banding

Kediri, koranmemo.com – Pemkab Kediri melalui dinas terkait secara berkelanjutan melakukan pembinaan terhadap upaya peningkatan usaha unggulan desa dan desa inpirasi. Seperti di Dusun Besuk Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem ini yang menjadi sentra pertumbuhan destinasi wisata labu, pusat produksi tahu Kediri di Gudange Tahu Takwa (GTT) dan taman buah.

Seperti penanaman  labu madu  dan upaya kreasi labu madu dengan lahan hampir di seluruh desa di wilayah Desa Toyoresmi. Malah lokasi penamanan lahan labu madu dijadikan tempat edukasi wisatawan umum dan pelajar di berbagai daerah di Jawa Timur. Sehingga lahan tanam labu madu jadi primadona desa di Kabupaten Kediri ini.

Dalam satu minggu mendapat kunjungan hingga 500 tamu bahkan lebih. Selain labu madu, di desa tersebut terdapat swalayan yang menjual aneka produk UMKM Kabupaten Kediri dan ini menjadi icon wisata tersendiri bagi Desa Toyoresmi. Contohnya pada Rabu (27/2) pagi,dua pejabat Bea Cukai Kediri melakukan kunjungan ke pengembangan labu madu di Desa Toyoresmi.

Sebelumnya ratusan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Sidoarjo,Surabaya,Mojokerto,Malang, Banyuwangi bahkan dari Cikeas dan Kalimantan bertandang ke lokasi penanaman labu madu. Selain bertukar pikiran mereka yang datang diajak untuk praktek membuat aneka olahan labu madu,olahan gethuk pisang,buat tahu dan jenang.

Gatot Siswanto pemilik swalayan Gudange Tahu Takwa (GTT) dan petani labu madu menjelaskan, peran Pemkab Kediri dalam membantu mengembangkan usaha untuk berkembang sangat terasa. Terlebih setiap kali ada pameran akbar di tingkat daerah hingga tingkat nasional selalu diajak berpameran.

“Hal ini membuat kami akan semakin bertambah wawasan dalam mengembangkan usaha. Terlebih banyak tamu dengan latar belakang intansi dan pendidikan membuat kami semakin terpacu untuk maju dan pendampingan dari Pemkab Kediri yang berkelanjutan. Sangat kami rasakan pola pembinaan ini dan upaya peningkatan kesejahteraan bagi pengusaha UMKM Kabupaten Kediri,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Gus Nyamat pelaku usaha UMKM berbagai jenis minuman dan petani labu madu. Selama ini kegiatan proses tanam hingga masa panen labu madu ataupun produktivitas ragam hasil home industri UMKM yang beranggotakan 270 pengusaha UMKM selalu mendapatkan tamu yang bertujuan studi banding.

“ Malah baru saja tamu dari Bea Cukai Kediri yang akan berkoordinasi dengan kami Ini  terkait sosialisasi kebijakan ekpor import dan pengetahuan bisnis  yang memiliki dasar dan arah jaringan bisnis yang semakin kuat dan jelas.  Ini bentuk pengakuan bahwa selama ini produk UMKM sangat diakui dari sisi ragam usaha dan jenisnya,” katanya.
Krisna Setiawan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Kediri mengatakan, sejauh ini upaya dan kerja keras atas koordinasi dengan dinas UMKM bersama pengusaha UMKM Kabupaten Kediri senantiasa berkelanjutan. Karena pada saat sekarang produk UMKM harus memiliki daya saing.

“Karenanya produk UMKM Kabupaten Kediri menjadi perhatian wisatawan berbagai daerah yang akan mencari buah tangan khas Kabupaten Kediri. Namun yang diutamakan dalam produk UMKM ini adalah kualitas dan pola pemasaran. Peran media sosial sangat penting artinya dalam mengembangkan produk UMKM Kabupaten Kediri,” katanya.(adv pemkab kediri)

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date