Subaru Menargetkan Mobil Listrik Mendominasi Penjualannya di 2030

Share this :

Tokyo, koranmemo.com – Subaru tidak ingin ketinggalan dalam persaingan mobil listrik. Perusahaan pembuat mobil asal Jepang, Subaru Corp Senin (20/1) mengumumkan, penjualannya di seluruh dunia akan dipenuhi oleh mobil listrik pada awal tahun 2030. Target tersebut merupakan bentuk komitmen Subaru terhadap target jangka panjang bebas karbon yang diusungnya.

Pabrikan Jepang tersebut menambahkan, setidaknya 40 persen dari seluruh mobil yang dijualnya di seluruh dunia akan terdiri dari mobil listrik yang mengandalkan baterai atau kendaraan hybrid.

“Kami memegang kuat komitmen dan dedikasi terhadap manufaktur mobil yang ada sejak perusahaan ini dibangun, dan hal itu tidak akan berubah,” ujar Pemimpin Subaru, Tomomi Nakamura dikutip dari Reuters.

Berita ini muncul setelah Subaru memperkuat kerjasama modal degan perusahaan otomotif lain Toyota Motor Corp. Kedua perusahaan ini telah sepakat untuk bersama-sama melakukan pengembangan pada mobil listrik. Kerjasama yang dilakukan oleh kedua perusahaan bertujuan untuk menghemat biaya pengembangan yang dibutuhkan.

Sebelumnya Toyota dan Subaru juga telah melakukan kerjasama pada mobil hybrid pertama Subaru, Subaru XV. Toyota telah menaruh teknologi plug-in hybrid miliknya pada mobil tersebut. Toyota yang sudah memiliki mobil listrik murni pada varian CH-R EV, memberikan keuntungan bagi dalam menghemat dan mempersingkat waktu pengembangannya.

Subaru merupakan perusahaan otomotif yang memproduksi SUV Outback dan Forester dan dikenal dengan mesin boxer, dimana mesin tersebut ditempatkan secara horizontal. Subaru juga mengusung teknologi pengendara otonom EyeSight dan teknologi all-wheel drive sebagai kelebihan yang ditonjolkannya.

Mobil listrik mulai menjadi tren setelah krisis perubahan iklim bumi yang semakin memburuk. Mobil listrik dianggap salah satu alternatif yang bisa digunakan dalam moda transportasi karena tidak menghasilkan emisi karbon. Bahan bakar fosil yang digunakan moda transportasi saat ini ditengarai sebagai salah satu penyebab utama krisis perubahan iklim yang sedang terjadi.

Menanggapi krisis yang sedang terjadi, seluruh pabrikan mobil termasuk Subaru sedang berlomba-lomba melakukan pengembangan mobil listrik. Tidak hanya sumber energinya saja yang berubah dari menggunakan bahan bakar fosil menjadi energi listrik yang disimpan pada baterai. Namun, teknologi yang diusung seperti self-driving dan inovasi lain akan menjadi modal penting.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor : Della Cahaya