Status Jadi Penyidikan

Dugaan Korupsi Dana BOS

Tulungagung, Memo – Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung unit tindak pidana korupsi (Tipikor), Jumat (10/6) meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan atas kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2013 dan 2014 di SDN I Campurdarat Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Dana tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Kami lakukan penyelidikan mulai awal 2016 setelah adanya pengaduan dari masyarakat. Kini kasus masuk ke tingkat penyidikan setelah diketemukan adanya penyimpangan,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP FX Bhirawa Braja Paksa melalui Kanit Tipikor Ipda Andik.

Andik mengatakan, dugaan korupsi dilakukan oleh Kepala SDN I Campurdarat berinisial Sy (57) warga Desa/Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Modusnya, dana BOS senilai Rp 191 juta pada 2013 dan Rp 194 juta pada 2014, dipergunakan tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. “Adapun beberapa temuan yang tidak sesuai dengan juklak dan juknis,” jelasnya.

Barang bukti yang telah disita dari Sy meliputi SPJ dana BOS SDN I Campurdarat tahun 2013 dan 2014, rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) tahun 2013 dan 2014 , buku pembantu kas tahun 2013 dan 2014, buku pembantu pajak 2013 dan 2014, buku pembantu bank 2013 dan 2014, serta surat tanggung jawab kepalaSDN I Campurdarat. “Beberapa barang bukti sudah kami sita guna melengkapi hasil dari penyidikan,” terangnya.

Ketika disinggung kerugiannegara, Andik belum bisa menyebutkan, sebab pihaknya masih menunggu hasil dari audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Saat ini saksi yang diperiksa terkait kasus dugaan korupsi ini masih sekitar dua saksi. Dari pihak sekolah dan satu lagi dari pihak toko bangunan. “Untuk nilai kerugian masih menunggu hasil audit nantinya, serta untuk saksi masih ada dua yang diperiksa,” jelasnya. (den/Jb)