Stadion Luzhniki, Moscow. Tempat Final Piala Dunia 2018

Rusia, koranmemo.com – Final Piala Dunia2018 di Rusia, penunjukan Stadion Luzhniki, Moscow sebagai tempat puncak perhelatan akbar tersebut tidak asal pilih namun dipandang berbagai sisi. Stadion yang juga pernah dipakai final Piala Champions 2008 yang mempertemukan Manchester United dan Chelsea,mempunyai kapasitas 81.000 tempat duduk.

Dalam sejarahnya bagian dalam stadion dihancurkan dan dibangun kembali sejak 2013, tetapi untuk atap stadion baru ditambahkan pada 1996, dan bagian luar yang ikonik tetap sama dan di-integrasikan dengan struktur baru ini akan menjadi penentu siapa yang berhak menyandang gelar jawara kompetisi empat tahunan untuk edisi ke-21.

Ada beberapa fakta menarik yang tersimpan mengiringi masa-masa stadion tersebut mulai dari masa Uni Soviet hingga “diwariskan” ke Rusia kini. banyak cerita unik yang tersimpan mengiringi masa-masa stadion tersebut
Berikut ini bebrapa fakta menarik tentang Stadion Luzhniki seperti dihimpun dari berbagai sumber.

Berkaitan erat dengan padang rumput
Apa kaitan padang rumput dengan stadion sepak bola, pada tahun 1954, para arsitek dan insinyur yang ditunjuk oleh pemerintah berkumpul di lokasi tempat bakal stadion yang berada tepat di pinggir Sungai Moskow.

Area tersebut dulunya adalah padang rumput cukup luas serta terletak dekat pusat kota. Alhasil, mereka punya banyak ruang tersisa untuk merancang jalur transportasi.

Entah tak ingin banyak berpikir atau mencari nama mudah diingat, Luzhniki yang jika diartikan kurang lebih adalah “padang rumput” pun terpilih dengan suara bulat stadion yang dibangun memakai nama Luzhniki.

Pembangunannya tak lepas dari motif politik masa Uni Soviet
Uni Soviet waktu itu sedang gencar-gencarnya beradu siapa yang paling unggul melawan Amerika Serikat. Segala bidang pun jadi arena pertarungan, termasuk olahraga. Olimpiade Helsinki 1952 jadi ajang pertama atlet-atlet utusan negeri Tirai Besi itu untuk unjuk gigi.

Di luar dugaan, mereka berhasil menempati peringkat kedua perolehan medali dengan 22 emas. Meningkatnya minat menjadi atlet di seluruh negeri membuat pemerintah memutuskan untuk membangun kompleks pelatihan berskala raksasa nan lengkap serta bertaraf internasional. Dimana tujuanya untuk menyaingi pencapaian negara-negara Blok Barat.

Bahan baku pembangunan stadion datang dari seluruh Uni Soviet
Uniknya , bahan baku untuk membangun stadion didatangkan dari seluruh penjuru wilayah Uni Soviet yang waktu itu terdiri dari puluhan republik federasi.

Bahan untuk dinding berasal dari kota Saint Petersburg (Waktu itu Leningrad) dan Armenia, listrik dan balok kayu ek untuk bangku penonton dari Ukraina, perabot pelengkap dari Latvia dan Lithuania, kaca diangkut dari Belorusia, peralatan kelistrikan dibuat oleh pabrik Podolsk di kota Moskow,
Kemudian kayu larch yang dikenal tahan lama dikirim langsung dari Irkutsk, Siberia. Intinya, dari barat dan timur hingga utara ke selatan. Pernah menampung lebih dari 100 ribu penonton

Stadion Sentral Luzhniki diresmikan pada 31 Juli 1956 dengan memakan waktu selama 450 hari dengan kapasitas mencapai 100 penonton. Namun rekor jumlah penonton terbanyak ternyata pernah dipecahkan

Baru Pada tanggal 13 Oktober 1964, sebanyak 102.358 orang menyesaki seluruh sudut tribun untuk melihat timnas Uni Soviet berlaga melawan Italia di babak penyisihan pertama Piala Eropa 1964.

Dua kali mengalami renovasi
psam.uk.com Seiring berjalannya waktu, renovasi pertama dilakukan pada tahun 1991 yang mencakup pemasangan atap, serta perbaikan tempat duduk. Imbasnya, kapasitas berkurang drastis menjadi 81 ribu orang.

Renovasi untuk kali kedua dilakukan pada 2013 lalu atau saat Rusia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia. Kali ini, perubahan besar-besaran dilakukan. Trek atletik dihilangkan serta penambahan tribun atas.

Sekarang Stadion Luzhniki menjadi stadion khusus sepak bola dengan kemampuan tampung mencapai 78.011 penonton juga sebagai ercatat stadion termegah di Rusia, dan Minggu (15/7/2018) akan menjadi saksi catatan sejarah, siapa yang bakal menjadi Jawara Piala Dunia 2018, Perancis yang untuk kedua atau Kroasia yang baru pertama nanti menikmati bagaimana rasanya menjadi Juara Piala Dunia 2018 di Rusia.

Berbagai sumber
Editor Bambang Iswahyoedhi

Follow Untuk Berita Up to Date