SS Kembali Disidang

Share this :

Kasus Sama, Beda Lokasi

Kediri, Koran Memo – Belum selesai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, Sony Sandra (50) kembali menjalani persidangan, Rabu (3/2). Kali ini bukan di PN Kabupaten Kediri, melainkan di PN Kota Kediri. Dalam sidang perdana tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwakan empat pasal alternatif pada bos aspal tersebut.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Kediri Yudi Hermawan didampingi Teguh Teguh Warjianto seusai menjalani sidang Soni Sandra (amid/memo)
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Kediri Yudi Hermawan didampingi Teguh Teguh Warjianto seusai menjalani sidang Soni Sandra (amid/memo)

Adapun pasal alternatif yang didakwakan oleh JPU adalah Pasal 81 Undang-Undang No 23/ 2002 tentang perlindungan anak. Soni Sandara juga didakwa Pasal 81 Undang-Undang No 35/2014 perubahan Pasal 81 no 23/ 2002 tentang perlindungan anak.

Selain itu juga didakwa Pasal 82 Undang-Undang no 23/2002 tentang perlindungan anak. Pria yang didakwa karena melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur tersebut juga didakwa Pasal 82 Undang-Undang No 35/2014 perubahan 82 Undang-Undang no 23/2002 tentang perlindungan anak.

“Kita berikan empat dakwaan alternatif karena kita akan lihat fakta dipersidangan. Ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun,” tegas Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Kediri Yudi Hermawan saat dikonfirmasi setelah sidang.

Pantauan Koran Memo sidang digelar tertutup untuk umum itu berlangsung sejak pukul 10.00 WIB. Sidang dipimpin lansung oleh Ketua PN Kota Kediri Purnomo Amin dan didampinggi Daru Swastika Rini dan rahmawati sebagai hakim anggota.

Sementara empat jaksa yang bertugas sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Yudi Hermawan, Teguh Warjianto, Tatik Herawati dan Sigit Artantojati. Dalam sidang yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut Soni Sandra didampingi M Arifin dan patner sebagai kuasa hukum.

Yudi mengungkapkan, setelah mendengarkan dakwaan tersebut Soni Sandra menyatakan keberatan. Terdakwa meminta waktu kepada majelis hakim untuk menyatakan nota keberatannya selama satu minggu. Majelis hakim memberi kesempatan kepada Soni Sandra dan akan menggelar persidangan pada Rabu depan.

“Derdakwa minta waktu satu minggu untuk mengungkapkan nota keberatan terhadap dakwaan kami,” tegas Yudi. (ram)