SPBBE Hanya Ikuti Instruksi Pertamina

Share this :

Kediri, Koran Memo – Kelangkaan LPG 3 kilogram di Kota Kediri hingga saat ini masih terus terjadi. Padahal diketahui pasokan dan jumlah kuota yang dikirim oleh Pertamina tetap sama dan tidak ada pengurangan. Di SPBBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji) di Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri misalnya proses penyaluran LPG kepada agen tetap sama dan tidak ada perubahan. Akan tetapi, SPBBE tidak mengetahui kemana arah penyaluran agen-agen tersebut lantaran SPBBE hanya mengikuti instruksi penyaluran yang sudah ditetapkan oleh pertamina.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) di Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri (kurniawan/memo)
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) di Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri (kurniawan/memo)

Keke Agustin, Staf Administrasi SPBBE di Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri mengatakan SPBBE di tempatnya bekerja melayani 14 agen. Rata-rata setiap hari SPBBE tersebut melayani 19 truk milik agen dengan total 560 tabung setiap truk. Akan tetapi, tidak diketahui agen dari mana yang mengambil LPG 3 kilogram dari SPBBE tersebut. Keke mengaku hanya mendapatkan surat dari Pertamina untuk melayani agen tertentu yang hari itu mengambil LPG. “Kalau agen mana saja kami (SPBBE,red) tidak tahu. Kami hanya mendapatkan surat dari Pertamina untuk melayani agen yang sudah ditunjuk hari itu,” ujarnya saat dikonfirmasi Koran Memo, Selasa (15/9).

Keke mengatakan, setiap agen belum tentu mengambil LPG setiap hari. Tergantung surat dari Pertamina. Ada yang bahkan seminggu 2 kali mengambil 1 hingga 2 truk. “Tidak mesti setiap hari. Yang jelas harus sesuai surat dari Pertamina. 1 agen mengambil kapan dan mendapat berapa truk,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben), Yetty Sisworini mengaku juga tidak mengatahui penyaluran LPG dari SPBBE tersebut. Akan tetapi, Yetty menegaskan SPBBE di setiap kota hanya bisa menyalurkan LPG kepada agen yang berada dalam kota tersebut. “Tidak boleh disalurkan ke luar kota. Sesuai aturannya begitu. Tetapi itu pengaturannya langsung dari Pertamina melalui Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas,red),” ujarnya.(kur)